TANGSELIFE.COM- Seorang pemuda bernama Muadz Fauzan (20) diduga jadi korban hipnotis di Ciputat Timur, Kota Tangsel. Akibat kejadian itu motor korban raib dibawa pelaku.
Peristiwa itu terjadi di jalan Semanggi I, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Selasa 13 Januari 2026 sekira pukul 12.14 WIB.
Muadz menceritakan, ketika itu dirinya sedang menepikan kendaraannya di pinggir jalan Ir Haji Juanda untuk membuka peta digital, tiba-tiba bahunya ditepuk oleh orang tak dikenal.
Orang itu minta tumpangan ke Pasar Ciputat. Karena jaraknya tak jauh, ia pun memenuhi permintaan tersebut.
“Saya tiba-tiba ditepok dari belakang, ada orang minta tolong anterin ke Pasar Ciputat,” kata Muadz ketika dihubungi, Rabu, 14 Januari 2026.
Muadz menjelaskan, sesampainya di kolong flyover Ciputat, terduga pelaku justru minta tolong untuk diantarkan ke rumah seseorang yang ia sebut sebagai ‘pak haji’ di jalan Semanggi I.
Sesampainya di jalan Semanggi I, terduga pelaku minta memberhentikan kendaraannya untuk menghubungi ‘pak haji’ terlebih dahulu.
“Dia minta tolong anterin ke rumah pak haji untuk ngambil barang,” ungkapnya.
Saat dihubungi, ternyata pak haji tak ada di rumah. Terduga pelaku pun langsung meminjam motor korban untuk menjemputnya di suatu yang tidak jauh dari lokasi mereka.
Muadz menyebut, awalnya ia tak ingin menyerahkan sepeda motornya itu. Namun terduga pelaku membujuknya dan memberikan sebundel berkas sebagai jaminan.
“Dia (terduga pelaku, red) bawa berkas, dia bilang ‘yaudah pegang berkas saya saja nih’ saya terima sebagai jaminan. Apalagi dia bilang dekat lokasinya, jadi cuma sebentar, dari situ dia pake motornya,” ungkapnya.
Setelah cukup lama menunggu, korban lantas membuka berkas tersebut. Namun ternyata berkas itu hanya berisi kertas kosong.
“Saya tunggu lama, pas saya buka berkasnya ternyata kosong, cuma kertas doang gak ada apa-apa,” tuturnya.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq membenarkan kejadian tersebut.
Saat ini pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap kejadian itu.
“Betul kami menerima laporan masyarakat pada hari Selasa tanggal 13 Januari 2026 sekitar pukul 12.14 WIB. Saat ini kami masih proses penyelikan,” pungkasnya.


