TANGSELIFE.COM- Nama Cha Eun Woo kini tengah menjadi sorotan tajam di korea Setalan, usai namanya mendadak terseret dalam kasus dugaan penggelapan pajak.
Hal tersebut berimbas langsung pada kerja sama komersialnya dengan sejumlah brand besar.
Mengutip laporan Korea JoongAng Daily edisi Jumat (23/1/2026), tak lama setelah isu pajak yang menyeret nama Cha Eun Woo mencuat, Shinhan Bank langsung mengambil langkah cepat dengan mengubah status seluruh iklan aktor sekaligus idol tersebut menjadi privat.
Pantauan di kanal YouTube dan media sosial resmi Shinhan Bank menunjukkan bahwa seluruh konten yang menampilkan bintang drama True Beauty tersebut telah dihapus.
Nama Cha Eun Woo praktis menghilang dari materi promosi bank tersebut.
Menariknya, ini bukan kali pertama Shinhan Bank melakukan langkah serupa.
Dalam dua tahun terakhir, dua duta merek mereka tersandung kontroversi.
Sebelumnya, Kim Soo Hyun juga mengalami penghapusan kontrak iklan usai diterpa skandal besar, meskipun tuduhan terhadapnya kemudian dibantah.
Cha Eun Woo sendiri direkrut Shinhan Bank sebagai wajah baru menggantikan Kim Soo Hyun dan mulai aktif sebagai brand ambassador sejak tahun lalu.
Tak hanya sektor perbankan, langkah serupa juga dilakukan brand lain.
Abib, merek skincare asal Korea, dilaporkan turut menghapus seluruh jejak Cha Eun Woo dari akun media sosial mereka usai pemberitaan dugaan penggelapan pajak mencuat ke publik.
Kronologi Dugaan Penggelapan Pajak Cha Eun Woo
Menurut laporan Star News, Cha Eun Woo menjadi subjek penyelidikan Biro Investigasi 4 Kantor Pajak Regional Seoul sejak tahun lalu.
Ia diduga menghindari pembayaran pajak penghasilan dan kewajiban pajak lainnya dengan total nilai mencapai 20 miliar Won, atau sekitar Rp 229,9 miliar.
Dinas Pajak Nasional Korea Selatan disebut telah mengirimkan pemberitahuan resmi terkait dugaan tunggakan pajak tersebut.
Penyelidikan ini tetap berjalan meskipun Cha Eun Woo sedang menjalani wajib militer.
Kecurigaan otoritas pajak mengarah pada pendirian sebuah agensi keluarga terpisah dari Fantagio, yang diduga tetap mengelola aktivitas profesional Cha Eun Woo.
Perusahaan tersebut, yang didirikan oleh ibu sang artis dan disebut sebagai Manajemen A, dicurigai digunakan sebagai sarana pengurangan kewajiban pajak.
Dinas Pajak Nasional bahkan menilai Manajemen A sebagai perusahaan fiktif karena dianggap tidak memberikan layanan manajerial yang substansial.
Aliran dana dari hasil kerja sama kontrak Cha Eun Woo juga diduga mengalir kembali ke Fantagio melalui skema pembagian pendapatan.
Menanggapi isu ini, Fantagio selaku agensi utama Cha Eun Woo mengeluarkan pernyataan resmi.
Mereka menegaskan bahwa status hukum perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo masih dalam proses klarifikasi.
“Inti persoalan adalah apakah perusahaan tersebut termasuk entitas yang dikenakan pajak secara substantif. Hingga kini belum ada keputusan final atau pemberitahuan resmi dari otoritas terkait,” tulis Fantagio.
Agensi juga memastikan bahwa Cha Eun Woo dan tim pajaknya akan bekerja sama penuh dengan otoritas pajak untuk menyelesaikan masalah sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Fantagio menegaskan sang artis berkomitmen menjalankan kewajiban hukum dan pajaknya sebagai warga negara Korea Selatan.
Saat ini, Cha Eun Woo masih menjalani wajib militer sebagai anggota Band Militer. Ia dijadwalkan menyelesaikan masa tugasnya dan bebas wamil pada 27 Januari 2027.
Kasus ini pun menjadi ujian besar bagi citra Cha Eun Woo, terutama di tengah statusnya sebagai figur publik dengan banyak kontrak iklan bernilai tinggi.


