TANGSELIFE.COM – Komunitas Ngakarya Art Community & Social Movement menggelar pembukaan pameran instalasi seni Saling Sangga: Relasi yang Menopang Kota di Taman Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu, 25 Oktober 2026.

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi seni antara seniman, komunitas, dan anak-anak binaan Ngakarya untuk mengangkat pentingnya hubungan antarmanusia dalam kehidupan perkotaan.

Melalui pameran ini, Ngakarya mengajak masyarakat melihat bahwa kota bukan hanya tentang pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga tentang relasi antarmanusia yang tumbuh melalui interaksi sehari-hari.

Manggarai Jadi Titik Berangkat Membaca Relasi di Kota

Saling Sangga by Ngakarya Raya

Kawasan Manggarai dipilih sebagai titik berangkat proyek karena menjadi salah satu simpul transit utama di Jabodetabek. Setiap harinya, kawasan ini mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah dengan aktivitas dan tujuan yang berbeda.

Di tengah mobilitas tersebut, terdapat berbagai pertemuan dan hubungan sosial yang turut membentuk kehidupan kota.

Founder Ngakarya, Muhammad Ilyas atau yang akrab disapa Kayas, mengatakan pemilihan Taman Stasiun Manggarai bertujuan menghadirkan seni lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Taman di kawasan stasiun merupakan bagian dari ruang kota yang dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Banyak orang datang dan pergi, bertemu, lalu melanjutkan perjalanan masing-masing. Kami ingin menghadirkan seni di ruang publik yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakat, sekaligus mengajak mereka melihat bahwa ruang kota bukan sekadar tempat untuk lewat, tetapi juga tempat untuk berinteraksi, berbagi cerita, dan membangun kebersamaan,” ujar Kayas.

Kolaborasi Seniman, Komunitas, dan Anak-Anak dalam Satu Karya

Saling Sangga by Ngakarya Raya

Dalam prosesnya, Ngakarya berkolaborasi dengan seniman Ryan atau Doodz melalui riset dan observasi untuk menerjemahkan cerita serta relasi sosial yang ditemukan di Manggarai ke dalam karya visual.

Karya tersebut diwujudkan dalam bentuk mural temporer pada panel modular sehingga dapat dipindahkan dan dihadirkan kembali di ruang yang berbeda.

Keunikan proyek Saling Sangga terletak pada keterlibatan berbagai pihak dalam proses penciptaan karya.

Karya anak-anak binaan Ngakarya melalui program Kelas Kanvas, karya komunitas, dan karya seniman dipertemukan dalam satu instalasi di ruang publik.

Kelas Kanvas Buka Ruang Kreatif bagi Anak-Anak Manggarai

Kelas Kanvas merupakan program sosial Ngakarya yang membuka akses kelas menggambar gratis bagi anak-anak prasejahtera.

Melalui kegiatan rutin mingguan di Manggarai RW 02 sejak Agustus 2026, anak-anak mendapat kesempatan untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kreativitas, dan membangun kepercayaan diri melalui seni rupa.

Bagi Ngakarya, keterlibatan anak-anak dalam Saling Sangga bukan sekadar kesempatan untuk menghasilkan karya, tetapi juga menjadi ruang belajar tentang kolaborasi dan keberagaman.

“Harapannya, buat adik-adik yang terlibat, proses ini bisa menjadi ruang untuk belajar berekspresi, berkolaborasi, dan menghargai perbedaan. Mereka bisa melihat bahwa karya seni bukan cuma soal hasil akhir, tetapi juga tentang proses dan pengalaman menciptakan sesuatu bersama-sama,” kata Kayas.

Ia juga berharap kehadiran mural tersebut dapat membuat taman menjadi ruang publik yang lebih hidup dan memiliki cerita bagi masyarakat yang datang berkunjung.

“Semoga mural ini bisa menjadi bagian dari ruang publik yang lebih hidup, punya cerita, dan membuat orang yang datang bisa merasakan pesan tentang kebersamaan. Jadi, karya ini bukan cuma untuk dilihat, tetapi juga bisa mengingatkan kita bahwa di tengah kesibukan kota, kita tetap punya peran untuk saling menopang,” lanjutnya.

Hadirkan Performance Art hingga Diskusi Seni

Saling Sangga by Ngakarya Raya

Pembukaan pameran instalasi Saling Sangga turut menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari performance art oleh Ruang Mengalir, mural bersama anak-anak binaan Kelas Kanvas, hingga Temu Artsy #7 bertajuk “Membaca Kota Lewat Karya” bersama Ji.ikay dan Doodlebyryan.

Melalui Saling Sangga, Ngakarya ingin membuka ruang perjumpaan antara seni, komunitas, dan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi tempat untuk berbagi pengalaman, membangun interaksi, dan memperkuat rasa kebersamaan.

Lebih dari sekadar instalasi seni, Saling Sangga menjadi pengingat bahwa di balik padatnya aktivitas perkotaan, ada hubungan antarmanusia yang ikut menjaga kehidupan kota tetap berjalan.

Tentang Ngakarya

Ngakarya Art Community & Social Movement merupakan komunitas seni dan kreatif yang menjadi ruang kolaborasi bagi seniman, desainer, ilustrator, mural artist, serta pelaku industri kreatif.

Berangkat dari semangat “Ngajak Berkarya”, Ngakarya mengembangkan tiga pilar utama, yaitu edukasi, kreatif, dan sosial, melalui berbagai kegiatan seperti workshop seni, pameran, mural di ruang publik, instalasi seni, diskusi kreatif, hingga festival tahunan yang melibatkan masyarakat luas.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow