TANGSELIFE.COM – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 akan mempertandingkan 60 cabang olahraga (cabor) pada November mendatang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Porprov sebelumnya yang hanya mempertandingkan 48 cabor.
Ketua Panitia Besar (PB) Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, mengatakan penambahan 12 cabor ini bertujuan memberikan ruang lebih luas bagi organisasi olahraga dan atlet di Banten untuk berkompetisi, mengembangkan kemampuan, serta menunjukkan prestasi.
Menurutnya, jumlah tersebut berpotensi menjadikan Porprov Banten 2026 sebagai salah satu penyelenggaraan olahraga tingkat provinsi dengan jumlah cabang olahraga terbanyak di Indonesia.
“Kita memberikan ruang bagi teman-teman cabor supaya bisa bergeliat, ikut berkompetisi, berlatih, dan menunjukkan prestasinya. Sebagai tuan rumah, kita ingin memberikan kesempatan kepada seluruh cabor di Provinsi Banten untuk mengekspresikan potensinya,” tutur Pilar.
Adapun 60 cabang olahraga yang akan dipertandingkan meliputi anggar, angkat berat, angkat besi, aquatic/renang, arung jeram, atletik, balap sepeda, barongsai, bermotor, biliar, binaraga, bola basket, floorball, e-sport, drumband, dayung, dance sport, cricket, catur, bulu tangkis, bridge, bowling, bola voli, bola tangan, sepak bola, sepak takraw, sepatu roda, softball, squash, taekwondo, tarung derajat, tenis lapangan, tenis meja, tinju, woodball, wushu, menembak, muaythai, panahan, panjat tebing, pencak silat, pentathlon, petanque, pickleball, rugby, sambo, selam, selancar ombak, kurash, kempo, karate, judo, ju-jitsu, IBCA MMA, hoki, gimnastik/senam, gulat, golf, gateball, dan futsal.
Pertandingan Porprov VII Banten 2026 dijadwalkan mulai pada 8 November 2026. Sementara itu, acara pembukaan akan digelar pada 15 November dan rangkaian pertandingan berlangsung hingga 23 November 2026.
Pilar mengimbau seluruh atlet untuk mempersiapkan kondisi fisik, mental, dan kemampuan terbaik sebelum bertanding. Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga kebersamaan serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi.
“Siapkan mental, fisik, dan kemampuan terbaik. Jaga kebersamaan dan sportivitas. Mudah-mudahan seluruh atlet bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Porprov ini milik kita semua,” pungkasnya.
113 Atlet Masih Terkendala Persyaratan Administrasi
Di tengah persiapan penyelenggaraan Porprov Banten 2026, panitia juga terus mematangkan proses verifikasi keabsahan atlet dari seluruh kabupaten dan kota.
Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov Banten 2026, Roni Alfanto, mengatakan sebanyak 113 dari total 6.613 atlet yang telah diverifikasi masih belum memenuhi persyaratan administrasi.
Roni yang juga menjabat sebagai Sekretaris KONI Banten menjelaskan, hasil pemeriksaan tersebut disampaikan setelah pihaknya menerima laporan tim keabsahan dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
“Alhamdulillah, persiapan tahap demi tahap sudah bisa dilalui. Hari ini kami menerima tim keabsahan dari Tangsel yang menyampaikan hasil verifikasi keikutsertaan seluruh kontingen kabupaten dan kota,” kata Roni.
Ia menjelaskan, sebagian atlet masih memiliki kesempatan untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Kendala yang ditemukan antara lain berkaitan dengan kartu tanda penduduk (KTP) dan kelengkapan administrasi lainnya.
Hasil verifikasi tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama perwakilan kontingen dalam rapat Chef de Mission (CDM). Melalui forum tersebut, setiap daerah dapat mengetahui hasil pemeriksaan dan menindaklanjuti kekurangan dokumen atletnya.
“Kalau mereka bisa melengkapi kekurangan administrasi, masih ada peluang untuk lolos. Tetapi, ada juga yang memang tidak bisa diperbaiki, misalnya atlet tidak memiliki KTP Banten, sementara persyaratan keikutsertaan mengharuskan hal tersebut,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, tim Steering Committee (SC) bersama tim CDM akan mengundang seluruh kontingen kabupaten dan kota untuk menyampaikan hasil akhir pemeriksaan keabsahan atlet.
Tahapan ini menjadi bagian dari upaya panitia memastikan seluruh peserta memenuhi ketentuan yang berlaku sehingga Porprov Banten 2026 dapat berlangsung tertib dan sesuai aturan.
Porprov Banten 2026 Jadi Persiapan Menuju PON 2032

Dengan 60 cabang olahraga yang dipertandingkan, Porprov Banten 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Kesiapan administrasi, koordinasi antarkontingen, dan pelaksanaan pertandingan perlu dipastikan berjalan dengan baik.
Roni berharap penyelenggaraan Porprov Banten 2026 dapat menjadi tolok ukur kesiapan daerah dalam menggelar ajang olahraga berskala nasional. Hal ini juga berkaitan dengan rencana Banten bersama Lampung menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
“Harapan kami, Porprov ini bisa menjadi miniatur PON. Banten nantinya menjadi tuan rumah PON, sehingga penyelenggaraan Porprov harus bisa berjalan dengan baik,” tutur Roni.
Selain menjadi ajang kompetisi tingkat provinsi, Porprov Banten 2026 diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu memperkuat kontingen Banten pada PON 2032.
Roni berharap persiapan yang dilakukan sejak sekarang dapat meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus memperkuat daya saing olahraga Banten di tingkat nasional.
Melalui persiapan yang matang, verifikasi atlet, dan koordinasi dengan seluruh kontingen, Porprov Banten 2026 diharapkan berlangsung lancar dan mampu mendorong perkembangan olahraga di Provinsi Banten. (adv)


