TANGSELIFE.COM – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan soal pemberian subsidi tarif LRT Jabodebek.

Sehubungan dengan itu pemerintah anggarkan subsidi tarif LRT Jabodebek melalui public service obligation (PSO) sebesar Rp90 sampai 100 miliar pada tahun 2023.

Risal Wasal selaku Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan, PSO untuk LRT Jabodebek dibagi menjadi PSO untuk sarana dan prasarana.

Anggaran sebesar Rp90 sampai Rp100 miliar itu hanya untuk PSO sarana yang diberikan ke penumpang melalui subsidi tarif LRT Jabodebek.

Katanya, anggaran tersebut untuk ‘mentraktir’ pengguna kereta api pada tahun ini.

PSO atau Kewajiban Pelayanan Publik merupakan subsidi dengan cara membiayai selisih dari biaya yang diusulkan operator LRT Jabodebek.

Pemberian PSO ini juga bertujuan agar tarif LRT lebih terjangkau untuk masyarakat luas, sehingga masyarakat bisa berpindah menggunakan moda transportasi umum.

Tarif LRT Jabodebek usai Disubsidi

LRT Jabodetabek
Mulai beroperasi pada 26 Agustus 2023, LRT Jabodetabek hadirkan diskon selama satu bulan

Sejumlah kajian dilakukan Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) demi menetapkan tarif yang terjangkau.

Dalam perhitungan tersebut di antaranya ability to pay (ATP) atau kemampuan membayar dan willingness to pay (WTP) kemauan untuk membayar, berapa tarif moda transportasi lainnya sebagai pembanding dan berapa biaya operasional yang dilakukan operator.

Dari hasil kajian telah ditetapkan melalui Keputusan Menhub Nomor 67 tahun 2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan (LRT) Terintegrasi Jabodebek untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik yang ditetapkan pada 14 Juli 2023.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa besaran tarif LRT Jabodebek yakni Rp5.000 untuk 1 kilometer pertama dan Rp700 untuk kilometer selanjutnya.

Risal juga memberi contoh perbandingan tarif usulan dari operator yang belum disubsidi dengan tarif bersubsidi di beberapa rute.

Berikut adalah rincian tarif LRT Jabodebek berdasarkan rute dari adanya formulasi dan subsidi yang diberikan pemerintah:

  • Tarif Stasiun Dukuh Atas – Stasiun Cawang sekitar 10 kilometer Rp11.300
  • Tarif Stasiun Dukuh Atas – Stasiun Harjamukti sekitar 23 kilometer Rp21.800
  • Tarif Stasiun Dukuh Atas  – Jatimulya sekitar 28 kilometer Rp23.900
  • Tarif Stasiun Dukuh Atas – Stasiun Halim sekitar 13 kilometer Rp13.400
  • Tarif Stasiun Harjamukti – Stasiun Jatimulya sekitar 33 kilometer Rp27.400
  • Tarif Stasiun Harjamukti – Stasiun Cawang sekitar 15 kilometer Rp14.800
  • Tarif Stasiun Harjamukti – Stasiun Halim sekitar 19 kilometer Rp17.600
  • Tarif Stasiun Jatimulya – Stasiun Cawang sekitar 18 kilometer Rp16.900
  • Tarif Stasiun Jatimulya – Stasiun Halim sekitar 15 kilometer Rp14.800
  • Tarif Stasiun Cawang – Stasiun Halim sekitar 4 kilometer Rp7.100