TANGSELIFE.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel mulai menelusuri penyebab ribuan ikan mati mendadak di Tandon perumahan Sarana Indah Permai, Pamulang.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan DLH Tangsel, Deni Danial mengatakan, penelusuran dilakukan dengan mengambil sampel air.
Dari sampel itu nantinya diketahui kandungan apa saja yang ada di dalam air tersebut.
“Iya (mengambil sampel air, red). Kita juga belum tahu kondisi lapangannya seperti apa, apakah ikan semuanya pada mati total atau sebagian,” kata Deni ketika dihubungi, Senin, 12 Januari 2026.
Selain itu penelusuran juga dilakukan untuk mengetahui kondisi faktual di lapangan, termasuk potensi pencemaran dari lingkungan sekitar.
“Dikarenakan kondisi airnya atau kondisi dari apa, apakah pencemaran dari internal atau ada aliran masuk yang ke kolamnya itu,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, ribuan ikan yang berada di Tandon perumahan Sarana Indah Permai, Kedaung, Pamulang, Kota Tangsel, mati mendadak.
Matinya ribuan ikan milik swadaya masyarakat itu diduga karena adanya pencemaran air.
Salah seorang warga, Sulistiawati (60) menceritakan, ikan pertama kali ditemukan sudah muali mati sejak Kamis (8/1) pagi. Awalnya ikan yang mati tidak berlalu banyak, namun saat keesokan harinya jumlah semakin banyak hingga mencapai ribuan.
“Jumat pagi sudah mengambang ribuan ikan banyak banget,” kata Sulistiawati, Sabtu, 10 Januari 2026.
Ia menyebut, matinya ikan jenis mujair, nila, hingga bawal itu dibarengi dengan perubahan warna air tandon yang menjadi hitam.
“Air itu hitam banget. Kita gatau kenapa, akhirnya kita lapor pak RT,“ ungkapnya.
Sulistiawati mengaku tidak mengetahui pasti apa penyebab ikan-ikan itu mati, namun ia menduga adanya pencemaran air. Ia berharap pemerintah dapat melakukan penelitian untuk mengetahui pasti penyebab fenomena tersebut.
“Saya si ingin tau ini air kenapa, diperiksa gitu loh. jadi ketawan limbah dari mana yang bisa mencemari Tandon ini. Karena sudah hampir dua tahun ini baik-baik saja, ini kenapa jadi begini,” pungkasnya.


