TANGSELIFE.COM- Anggota DPR RI Komisi VII, Hendry Munief menilai kawasan Taman Tekno BSD City, Tangerang Selatan, Banten sebagai representasi ideal kawasan industri masa depan.

Ia mendorong agar BSD City dijadikan percontohan nasional pengembangan kawasan industri modern yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan serta mampu memberdayakan tenaga kerja lokal dan UMKM.

Menurutnya, kawasan Taman Tekno BSD City ini berhasil mengintegrasikan aktivitas industri dengan permukiman, area wisata, ruang terbuka hijau, hingga danau buatan yang menciptakan ekosistem industri berkelanjutan.

“Industri yang kita lihat hari ini di Taman Tekno BSD City adalah kawasan yang sangat luar biasa dan komprehensif. Ini bisa menjadi contoh konkret, bahkan referensi penting bagi Kementerian Perindustrian dalam penyusunan RUU Kawasan Industri,” ujar Hendry.

Taman Tekno BSD City Model Kawasan Industri Terpadu, Bukan Sekadar Pusat Produksi

Hendry menegaskan bahwa konsep kawasan industri seperti BSD City tidak seharusnya hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Menurutnya, pendekatan serupa sangat relevan untuk dikembangkan di berbagai wilayah lain di Indonesia, termasuk Pulau Sumatera.

Ia mencontohkan sejumlah kawasan industri di daerah pemilihannya di Provinsi Riau, seperti Kawasan Industri Tenayan di Pekanbaru dan Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak, yang menunjukkan perkembangan signifikan dan berpotensi tumbuh lebih pesat jika dikelola dengan pendekatan terintegrasi.

AMDAL Harus Jadi Instrumen Perlindungan, Bukan Formalitas

Selain soal tata kawasan, Hendry juga menaruh perhatian serius pada aspek perlindungan lingkungan hidup. Ia mengingatkan agar dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tidak hanya menjadi syarat administratif perizinan, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten di lapangan.

Ia menyinggung sejumlah bencana alam yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai pengingat bahwa kelalaian terhadap aspek lingkungan dapat berdampak luas.

“AMDAL itu bukan sekadar selembar kertas izin. Harus diterapkan secara sungguh-sungguh. Di sinilah peran pengawasan kami sebagai anggota DPR agar pembangunan tidak mengorbankan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Hendry juga menyoroti persoalan drainase sebagai elemen krusial dalam pengembangan kawasan industri dan hunian. Menurutnya, estetika kawasan tidak akan berarti jika masih rawan banjir.

Ia mengapresiasi langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pengelola BSD City dalam menangani genangan air dan banjir.

Ke depan, ia berharap setiap daerah memiliki tim respons cepat yang mampu mengantisipasi risiko bencana berdasarkan data cuaca dari BMKG, termasuk potensi luapan sungai dan saluran air.

Tenaga Kerja Lokal dan Pendidikan Vokasi Harus Jadi Prioritas

Lebih jauh, Hendry menegaskan bahwa pemberdayaan tenaga kerja lokal dan UMKM merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai kawasan industri harus memberikan prioritas utama bagi penyerapan tenaga kerja dari daerah sekitar.

Namun, menurutnya, penyerapan tenaga kerja tidak akan optimal tanpa dukungan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.

“Kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan vokasi harus benar-benar sejalan. Kurikulum harus menjawab kebutuhan nyata industri,” ujarnya.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter