TANGSELIFE.COM – Polisi menetapkan sopir bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok sebagai tersangka.

Sebelumnya diberitakan, bus pariwisata SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan di Ciater, Subang, Jawa Barat, pada Sabtu 11 Mei 2024 petang.

Kecelakaan bus pariwisata SMK Lingga Kencana Depok melibatkan bus nopol AD 7524 OG, mobil Daihatsu Feroza nopol D 1445 VCD, dan tiga sepeda motor.

Penyebab kecelakaan bus pariwisata sewaan tersebut diduga terjadi akibat kegagalan mekanis rem blong.

Kecelakaan tersebut menewaskan 11 siswa dan guru SMK Lingga Kencana, serta 12 korban luka berat, 23 luka sedang, serta 14 luka ringan.

Daftar nama 11 korban tewas akibat kecelakaan bus pariwisata tersebut antara lain:

1. Dimas Aditya

2. Intan Rahmawati

3. Desy Yulyanti

4. Ahmad Fauzi

5. Intan Fauziah

6. Nabila Ayu Lestari

7. Raka

8. Robiatul Adawiyah

9. Tyara

10. Mahesya Putra

11. Suprayogi

Sopir Bus Pariwisata SMK Lingga Kencana Depok Tersangka

Saat ini, polisi telah menetapkan Sadira, sopir bus pariwisata rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok sebagai tersangka.

“Kami menetapkan bahwa tersangka dalam kasus kecelakaan ini adalah pengemudi bus Putera Fajar atas nama Sadira,” ujar Dirlantas Polda Jabar, Kombes Wibowo, Selasa 14 Mei 2024 dini hari.

Sadira ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan sejumlah bukti dan keterangan terhadap 13 saksi, yang dua di antaranya merupakan saksi ahli.

Pengemudi bus Putera Fajar yang membawa rombongan siswa dan guru SMK Lingga Kencana tersebut dianggap lalai atas kondisi bus yang tak laik jalan.

“(Tersangka) Terbukti lalai, sudah jelas mobil dalam keadaan sudah rusak tak layak jalan tapi terus dipaksakan jalan.”

“Hingga akhirnya bus tersebut mengalami kecelakaan dan menewaskan 11 penumpang dan 40 penumpang lainnya luka-luka,” tandas Wibowo.

Atas hal tersebut, Sadira dijerat Pasal 311 Ayat 5 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dengan ancaman hukuman maksimal 12 penjara dan denda Rp24 juta

Usai Kecelakaan, Sopir Bus Masih Bisa Tersenyum

Sebelumnya saat diwawancara awak media, Sadira masih bisa tersenyum sembari menuturkan kronologis kecelakaan yang terjadi.

Menurut Sadira, kecelakaan bus periwisata yang dikemudikannya dipastikan akibat rem blong.

“Memang kecelakaan ini karena rem blong, kehabisan angin jadi masuk gigi itu susah, gigi rendah juga susah,” ujar Sadira.

Sadar akan permasalahan tersebut, Sadira pun memutuskan untuk membanting setir ke arah kanan.

“Kalau saya terusin jalan bernikun-nikun, otomatis habis mobil di depan beberapa puluh. Lebih baik saya ambil ke kanan.”

“Ternyata menghindari motor di samping, motor sebelah kanan ada,” tuturnya.

Usai bus menabrak motor, Sadira mengaku tak ingat lagi kejadian berikutnya.

“Motor itu mental tapi setelah itu saya gak tahu lagi karena posisi saya sudah terjepit.”

“Begitu kejadian tidak ada yang menolong. Polisi datang baru bisa ditarik,” pungkas Sadira.