TANGSELIFE.COM – Warga Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendapatkan pembekalan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.

Pembekalan itu diberikan sebagai upaya edukasi untuk memanfaatkan sampah yang sebelumnya barang tidak berharga menjadi lebih bermanfaat.

Pembekalan pengolahan sampah organik ini berlangsung di halaman belakang kantor Kecamatan Ciputat itupun dihadiri oleh para Ketua RT maupun RW.

Penggiat Lingkungan Tangsel, Anjar Deliawan mengatakan, pengolahan sampah organik menjadi pupuk menggunakan metode Teba Komposter.

Sampah Organik Jadi Sampah Terbanyak di Tangsel

Ia menuturkan, saat ini sampah yang banyak dihasilkan oleh rumah tangga adalah sampah organik. Sehingga diperlukan strategi untuk mengurangi volume yang terbuang.

“Fokus kami sebenarnya membantu pemerintah. Sampah yang paling banyak itu sampah organik. Kalau tidak dikelola, pasti menimbulkan bau dan berbagai gangguan lingkungan,” kata Anjar di Kecamatan Ciputat, Rabu, 17 Desember 2025.

Anjar menjelaskan, teba komposter dibuat menyerupai sumur resapan dengan kedalaman mencapai 2,5 meter. Sampah organik dimasukkan secara bertahap, tanpa campuran plastik, sehingga dapat terurai secara alami di dalam tanah.

Ia menyebut, satu lubang teba dengan ukuran rata-rata satu meter persegi dapat menampung hingga mencapai 2,5 ton. Namun dalam proses fermentasi nantinya sampah itu akan menyusut hingga 70 persen.

Menurutnya proses pengolahan itu tak hanya akan mengurangi sampah. Pasalnya hasil olahan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan media tanam seperti cabai-cabaian.

“Semua sistem bisa berjalan kalau ada dukungan. Sampah itu masalah semua orang, mau tidak mau harus diselesaikan bersama,” ungkapnya

Ia berharap gerakan ini dapat menjadi contoh sebagai upaya mengurangi tumpukan sampah. Nantinya gerakan itu dapat diterapkan di lingkungan terkecil yaitu rumah tangga.

“Semua bisa dilakukan. Tinggal mau atau tidak. Kalau mau dan didukung bersama, sampah bukan lagi masalah,” tutupnya.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
Nadia Lisa Rahman
Editor
Andre Pradana
Reporter