TANGSELIFE.COM- Jelang pelaksanaan Hari Pers Nasional atau HPN 2026, Pemerintah Provinsi Banten mulai mengencangkan langkah.

Sebagai tuan rumah agenda berskala nasional ini, Banten tidak hanya bersiap menyambut insan pers dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadikannya momentum strategis untuk memperkenalkan daerah ke panggung yang lebih luas.

HPN 2026 diposisikan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang temu antara pers, pemerintah, dan masyarakat.

Karena itu, persiapan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) sejak tahap perencanaan hingga pelayanan peserta.

Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, mengatakan keterlibatan seluruh OPD diarahkan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus mengoptimalkan dampak ekonomi daerah.

“Pelibatan ini kita arahkan untuk penguatan koordinasi, pelayanan peserta, dan optimalisasi dampak ekonomi daerah,” ujar Deden.

Persiapan HPN 2026 Dilakukan Bertahap

Menurut Deden, persiapan HPN 2026 dilakukan secara bertahap melalui rangkaian rapat koordinasi antar-OPD, disertai sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya. Kesiapan pelaksanaan dinilai mulai terlihat, meskipun masih ada sejumlah aspek yang memerlukan perhatian lebih.

“Sampai hari ini, persiapan Hari Pers Nasional sudah mulai terlihat. Namun memang masih ada hal-hal yang perlu penekanan,” katanya.

Rangkaian kegiatan HPN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 9 Februari 2026. Sejumlah agenda pendukung bahkan telah digelar lebih awal sebagai bagian dari tahapan menuju puncak peringatan.

Dalam skema yang telah disepakati, setiap OPD di lingkungan Pemprov Banten diberi tanggung jawab untuk mendampingi peserta dari provinsi tertentu. Pola pendampingan ini dirancang agar koordinasi lintas sektor berjalan lebih efektif dan pelayanan terhadap peserta dapat dilakukan secara maksimal.

“Seluruh OPD dilibatkan. Setiap OPD bertanggung jawab terhadap masing-masing provinsi di Indonesia,” jelas Deden.

Tak hanya melibatkan perangkat daerah, Pemprov Banten juga membuka ruang partisipasi luas bagi masyarakat, terutama dalam kegiatan yang bersifat massal. Sejumlah agenda seperti jalan santai dan kegiatan di kabupaten/kota akan melibatkan warga secara langsung.

Karena itu, penguatan publikasi terus dilakukan agar partisipasi publik semakin luas dan merata.

“Kegiatan yang sifatnya massal, masyarakat pasti dilibatkan,” ujarnya.

Lebih jauh, HPN 2026 diharapkan mampu mempererat relasi antara insan pers dan pemerintah, sekaligus menjadi sarana promosi daerah yang berdampak jangka panjang.

“Kita ingin memperlihatkan Provinsi Banten kepada tamu dari seluruh Indonesia. Harapannya, ada dampak lanjutan berupa masuknya investasi dan meningkatnya perekonomian daerah,” tutur Deden.

Maskot Badak Bercula Satu, Simbol Persatuan Insan Pers

Sebagai penanda dimulainya rangkaian menuju puncak HPN 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat secara resmi meluncurkan maskot Badak Bercula Satu, ikon khas Provinsi Banten.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa pemilihan maskot tersebut tidak sekadar menampilkan simbol daerah, tetapi juga mengandung filosofi persatuan insan pers.

“Persatuan diwujudkan dalam simbol cula satu. Ini isyarat satu rasa, satu suara, dan satu usaha untuk menyukseskan HPN 2026 di Provinsi Banten,” kata Munir saat peluncuran maskot di Alun-alun Kota Serang, Minggu 29 November 2026.

Peluncuran maskot ini sekaligus menjadi kick-off resmi rangkaian kegiatan HPN 2026, yang puncaknya akan digelar pada 9 Februari 2026.

Bagi Banten, HPN bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah panggung nasional—tempat pers, pemerintah, dan masyarakat berjalan seirama, menjaga demokrasi, serta memperkenalkan daerah dengan cara yang bermartabat.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter