TANGSELIFE.COM– Tahukah kamu apa saja kue khas Natal yang cocok disajikan ketika kumpul keluarga besar atau dijadikan hampers?

Hari Natal yang jatuh setiap tanggal 25 Desember ini identik dengan pohon Natal, sinterklas, hadiah, dan tentunya kue khas Natal.

Perayaan ini menjadi momentum spesial yang ditunggu-tunggu oleh umat Kristen dan Katolik di seluruh duia, termasuk Indonesia.

Biasanya hari tersebut akan dikhususkan untuk berkumpul bersama keluarga besar dan orang-orang tersayang.

Bersamaan dengan itu, makan-makan bersama merupakan agenda wajib dan tentunya kue khas Natal berikut ini jadi hidangan yang pasti tersaji di meja keluarga.

Lantas, apa saja kue khas Natal yang biasa disantap masyarakat Indonesia?

Daftar Kue Khas Natal yang Biasa Disajikan di Indonesia.

1. Kue Bagea

Kue khas Natal
Kue Bagea jadi makanan khas Natal untuk masyarakat NTT.

Kue khas Natal berikut ini merupakan makanan khas masyarakat NTT dan Maluku yang biasanya disantap sebagai hidangan penutup.

Kue Bagea memiliki ciri khas berbentuk bulat dengan warna putih pucat.

Kue ini terbuat dari campuran tepung sagu, terigu, gula, minyak, biji cintang, bubuk kayu manis, dan cengkeh.

2. Klappertart

Kue khas Natal
Salah satu makanan khas Natal masyarakat Manado adalah Klappertart

Makanan khas Natal yang satu ini berasal dari Manado yang resepnya serta cara pembuatannya sudah mendapatkan pengaruh dari Belanda.

Dalam bahasa Belanda ‘Klappert’ artinya kelapa dan ‘Tart’ artinya kue, sehingga diartikan bahwa Klappertart adalah kue kelapa.

Klappertart merupakan hidangan penutup dengan bahan utamanya adalah daging kelapa yang dicampurkan dengan susu, telur, tepung, dan mentega.

Biasanya klappertart juga akan ditaburi topping berupa irisan kacang kenari dan bubuk kayuu manis.

Namun, seiring berkembangnya zaman, inovasi terhadap rasa klappertart juga makin berkembang mulai dari varain cokelat, keju, dan lain-lainnya.

3. Poffertjes

Kue khas Natal berikut ini berasal dari Ambon yang biasa disantap pada hari pertama Natal sebagai menu sarapan.

Sama seperti klappertaart, poffertjes juga makanan yang resep dan cara pembuatannya mendapatkan pengaruh dari Belanda.

Poffertjes merupakan pancake dengan ukuran-ukuran kecil yang biasanya di santap bersama dengan gula halus atau mapple syrup.

Ciri khas poffertjes khas Ambon adalah penambahan labu kuning ke adonannya, sehingga akan menghadirkan rasa yang lebih legit dan bertekstur lembut.

4. Kue Lampet

Kue khas Natal
Makanan khas masyarakat Sumatera Utara ketika merayakan Hari Natal yakni kue lampet

Kue Lampet merupakan kudapan khas masyarakat Sumatera Utara ketika merayakan Hari Natal yang biasanya disantap sebagai camilan atau makanan ringan.

Kue khas Natal ini terbuat dari tepung beras dan kelapa parut serta isiannya adalah gula aren.

Kue Lampet ini memiliki ciri khas dengan bentuk limas yang terbungkus dengan daun.

5. Kue Lampu-lampu

Kue khas Natal
Kue lampu-lampu merupakan salah satu kue Natal khas Manado

Kue lampu-lampu merupakan salah satu kue khas Natal yang berasal dari Manado, selain klappertart.

Kue ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal dengan ciri khas rasanya gurih dan manis.

Bahan utama dari kue lampu-lampu ini adalah tepung beras yang dicampur dengan daun suji, gula pasir, dan santan.

Kemudian, adonan tersebut dicetak di dalam wadah yang terbuat dari daun pandan.

Adonan dari kue lampu-lampu ini akan dituang secara berlapis ke cetakan dengan gula merah di tengahnya dan proses masaknya dengan cara dikukus.

Ketika matang maka bagian gula merah kua lampu-lampu ini akan lumer, sehingga perpaduan rasanya akan sangat pas dan nikmat.