TANGSELIFE.COM- Rute baru Transjakarta Blok M-Soetta bakal diresmikan pada pekan depan.
“Minggu depan saya akan membuka rute baru dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta. Ini langsung, dari Blok M ke Soekarno-Hatta,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pramono optimistis, kehadiran rute baru Transjakarta Blok M-Soetta ini akan menjadi alternatif transportasi yang menarik bagi masyarakat. Selain akses yang dinilai lebih cepat, tarif yang ditawarkan pun terbilang sangat terjangkau.
Dengan biaya hanya Rp3.500, penumpang Transjakarta sudah bisa menjangkau terminal Bandara Soekarno Hatta.
Menurut Pramono, rute ini membuka pilihan baru bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan bus bandara Damri atau taksi.
“Saya meyakini ini akan menjadi pilihan bagi siapa pun. Biayanya relatif murah, hanya Rp3.500, dan pasti lebih cepat karena memiliki jalur khusus,” jelasnya.
Rute Baru Transjakarta Blok M-Soetta Miliki Konektivitas Tinggi
Ia menambahkan, Blok M sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jakarta Selatan memiliki konektivitas tinggi.
Dari kawasan tersebut, penumpang bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya menggunakan moda transportasi lain.
“Dengan rute ini, akan memudahkan siapa pun yang berangkat atau kembali menggunakan pesawat. Dari Bandara ke Blok M, lalu dari Blok M bisa ke mana saja,” ujar Pramono.
Lebih jauh, ia berharap rute Transjakarta Blok M-Soetta dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi menuju bandara.
Pengalaman dari rute lain, seperti Blok M–Bogor, menjadi contoh efektivitas transportasi massal dalam menarik minat pengguna.
“Saya percaya rute baru ini akan efektif mengurangi masyarakat yang menggunakan mobil pribadi ke arah Bandara Soekarno Hatta,” katanya.
Meski demikian, hingga saat ini Pramono belum membeberkan secara rinci jalur yang akan dilalui Transjakarta Blok M-Soetta. Informasi teknis terkait halte pemberhentian dan waktu tempuh masih menunggu pengumuman resmi dari pihak terkait.
Kehadiran rute ini diharapkan menjadi langkah lanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat transportasi publik yang murah, cepat, dan terintegrasi.


