TANGSELIFE.COM- Hilangnya Doraemon di layar kaca sungguh mengejutkan dunia hiburan televisi Tanah Air.

Serial animasi Jepang legendaris yang telah menemani keluarga Indonesia selama puluhan tahun ini dikabarkan tidak lagi tayang di stasiun televisi RCTI.

Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial X (Twitter) setelah akun komunitas hiburan @IndoPopBase mengunggah informasi bahwa penayangan kartun anak Doraemon telah resmi berakhir.

Unggahan tersebut langsung viral dan memantik gelombang nostalgia, terutama dari generasi yang tumbuh bersama kisah Nobita, Shizuka, Gian, dan Suneo.

Hilangnya Doraemon dari Jadwal RCTI

Spekulasi soal berhentinya Doraemon semakin menguat setelah sejumlah warganet melakukan penelusuran pada jadwal siaran RCTI, termasuk melalui aplikasi RCTI+.

Hasilnya, sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, judul Doraemon tidak lagi tercantum dalam daftar program yang akan ditayangkan. Padahal selama bertahun-tahun, Doraemon dikenal sebagai tontonan rutin, khususnya di akhir pekan dan Minggu pagi.

Absennya robot kucing berwarna biru ini menjadi tanda tanya besar, mengingat Doraemon memiliki sejarah panjang di televisi Indonesia. Serial ini sempat tayang di TVRI pada periode 1979–1989, sebelum akhirnya menjadi ikon RCTI sejak Desember 1990.

Bagi banyak keluarga Indonesia, Doraemon bukan sekadar tontonan anak-anak. Cerita sederhana namun sarat nilai persahabatan dan imajinasi menjadikan serial ini digemari lintas generasi.

Karena itu, hilangnya Doraemon dari layar kaca dinilai sebagai anomali besar dalam peta program televisi nasional, terutama bagi penonton yang terbiasa menjadikannya hiburan keluarga.

Tiga Dugaan Penyebab Hilangnya Doraemon di Layar Kaca

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak RCTI terkait status penayangan Doraemon, apakah dihentikan sementara atau benar-benar berakhir. Meski demikian, sejumlah dugaan mulai bermunculan.

  1. Pertama, perubahan strategi program.
    Stasiun televisi diduga tengah melakukan evaluasi konten berdasarkan rating dan preferensi audiens. Program-program baru yang dianggap lebih relevan dengan selera penonton masa kini bisa saja diprioritaskan.
  2. Kedua, pergeseran kebiasaan menonton anak-anak.
    Di era digital, anak-anak kini lebih banyak mengonsumsi konten animasi melalui platform streaming dan layanan video daring, sehingga popularitas tayangan kartun di televisi konvensional mengalami penurunan.
  3. Ketiga, isu hak siar dan lisensi.
    Faktor ini menjadi spekulasi paling kuat. Beberapa film layar lebar Doraemon belakangan justru tayang di stasiun televisi lain, seperti Trans TV. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa kontrak lisensi antara pemegang hak Doraemon dan RCTI telah berakhir atau tidak diperpanjang.

Menunggu Kejelasan Nasib Doraemon di TV Indonesia

Hingga kejelasan resmi diumumkan, publik hanya bisa berspekulasi. Namun satu hal yang pasti, Doraemon telah meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah pertelevisian Indonesia.

Apakah Doraemon akan kembali hadir di layar RCTI, berpindah ke stasiun lain, atau sepenuhnya beralih ke platform digital, waktu yang akan menjawab. Bagi para penggemarnya, harapan tentu masih ada agar robot kucing dari masa depan ini kembali menemani akhir pekan keluarga Indonesia.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter