TANGSELIFE.COM – Empat bocah di Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang diduga menjadi korban pencabulan dikabarkan mengalami trauma.
Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangsel, Tri Purwanto mengatakan, para korban sudah mendapatkan pendampingan psikologis. Saat ini kondisi korban berangsur membaik.
“Korban alami trauma tapi Kondisi berangsur-angsur ceria,” kata Tri ketika dikonfirmasi, Jumat, 20 Februari 2026.
Tri menerangkan, selain anak, orang tua korban juga diketahui mengalami trauma.
Orang tua merasa trauma mendalam setelah mengetahui kabar buah hatinya menjadi korban pencabulan.
“Ibu korban lebih terpukul atas kejadian ini,” ungkapnya.
Tri sendiri belum mau menjelaskan lebih rinci masing-masing kondisi anak. Ia minta semua pihak menunggu hasil bimbingan psikolog yang sedang dilakukan.
“Tunggu hasil konseling psikologinya nanti ya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, empat bocah di Serpong Utara diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pria berinisial E.
Orang tua korban berinisial H mengungkapkan, awalnya ia tidak menaruh kecurigaan meski anaknya sempat mengeluhkan sakit di bagian anus. Ia mengira keluhan tersebut hanya terkait gangguan pencernaan.
“Saya pikir cuma sakit biasa, ngga kepikiran yang aneh-aneh. Saya pikir cuma pup-nya keras aja,” kata H.
Kasus tersebut mulai terungkap ketika seorang guru mencurigai adanya kemerahan pada leher salah satu korban. Saat ditanya, korban awalnya tidak jujur, namun setelah dipersuasif mengaku bahwa kemerahan itu akibat dicium.
Pendalaman lebih lanjut kemudian mengarah pada dugaan pencabulan. H juga menyebut, sebelum kejadian, para korban diduga diberi minuman yang telah dicampur sesuatu oleh terduga pelaku.
“Dikasih kopi yang udah dicampur obat. Anak-anak sebelum dicabuli itu ya dikasih minum obat sama kopi,” tuturnya.
Selain itu, para korban disebut sempat mendapat ancaman agar tidak menceritakan kejadian tersebut.
“Terus diancam ‘awas kalau sampai bilang sama mama lo, gue tonjok’ Jadi kan anak sekecil itu kan takut kan. Jangan kan ditonjok. Dicubit aja dia udah takut anak sekecil itu,” ungkapnya
Ia berharap kasus itu dapat segera ditangani dan terduga pelaku mendapatkan hukuman sesuai perbuatannya.
“Makanya saya ingin cepat-cepat diadilin lah gitu. Saya kasian anak saya. Hancur saya, hancur. Apalagi kalau anak saya cerita,” pungkasnya.


