TANGSELIFE.COM – Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) memprotes klaim sosok Alfi sebagai Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dalam forum konferensi pers BEM Bersatu di Jakarta Timur, Selasa (16/6).

Dalam daftar nama peserta yang beredar, Alfi tercantum sebagai “Ketua BEM FEB Unpam” bersama sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.

Setelah konferensi pers berlangsung, muncul polemik di lingkungan internal Unpam.

Aliansi Mahasiswa Unpam Soroti Klaim Ketua BEM FEB

Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) mengeluarkan pernyataan sikap yang mengecam dugaan klaim jabatan Ketua BEM FEB Unpam dalam forum nasional BEM Bersatu.

Nama Alfi menjadi sorotan setelah tercantum sebagai Ketua BEM FEB Unpam dalam daftar peserta forum tersebut.

Pencantuman jabatan itu kemudian memicu polemik di kalangan mahasiswa.

Aliansi Mahasiswa Unpam menilai tindakan tersebut telah berdampak negatif terhadap citra kampus, menghilangkan kepercayaan, serta mencederai nilai dan marwah gerakan mahasiswa.

Aliansi Mahasiswa Unpam menyampaikan tiga tuntutan kepada pihak kampus. Pertama, mengusut tuntas permasalahan hingga ke akar persoalan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kedua, memberikan sanksi kepada pihak yang terbukti terlibat sesuai kode etik dan peraturan rektor yang berlaku.

Ketiga, menyampaikan klarifikasi resmi melalui akun media sosial kampus sebagai bentuk pemulihan nama baik.

Mereka juga memberikan waktu 2×24 jam kepada pihak kampus untuk merspons tuntutan tersebut.

Poster begaya “Wanted” yang menampilkan foto Alfi juga beredar di media sosial dan grup mahasiswa.

Poster tersebut berisi permintaan agar yang bersangkutan memberikan penjelasan terkait polemik yang berkembang.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Alfi terkait persoalan tersebut.

Mereka menilai persoalan ini perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lingkungan kampus.

Polemik tersebut juga kembali memunculkan pembahasan mengenai status organisasi kemahasiswaan di Unpam.

BEM Bersatu Soroti Dugaan Keterlibatan Aktor Politik

Sebelumnya, BEM Bersatu menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk campur tangan kepentingan politik praktis dalam gerakan mahasiswa.

Mereka menegaskan gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat dan tidak dijadikannya alat kepentingan elite politik.

Dalam pernyataan yang disampaikan juru bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan kehilangan arah akibat minim kajian, lemahnya argumentasi, dan tidak jelasnya tuntutan yang disampaikan.

“Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penungangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” kata Rahmat Djimbula dalam konferensi pers di Jakarta Timur, Selasa (16/6) dikutip dari Kumparan.com.

BEM Bersatu turut menyoroti dugaan campur tangan aktor politik dalam gerakan mahasiswa.

Dalam konferensi pers tersebut, mereka menyinggung nama Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.

Selain itu, mereka juga menyoroti rencana kehadiran sejumlah tokoh nasional dalam forum Dialog Nasional Kebangsaan yang akan digelar di Bandung pada 18 Juni 2026.

Mereka menilai keterlibatan figur politik dalam kegiatan mahasiswa perlu dicermati agar tidak memengaruhi independensi gerakan mahasiswa.

BEM Bersatu menolak narasi krisis yang dinilai tidak berdasarkan data yang utuh. Mereka menilai narasi tersebut berpotensi menggeser fokus publik dari isu-isu penting, salah satunya pemberantasan korupsi.

3 Tuntutan BEM Bersatu

Dalam kesempatan itu, BEM Bersatu juga menyampaikan tiga tuntutan utama.

“Pertama, mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, maupun bentuk intervensi politik praktis. Kedua, mendukung keberlanjutan program makan bergizi gratis dengan catatan adanya perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel. Ketiga, mendukung pengusutan tuntas kasus korupsi tanpa pandang bulu serta mengajak mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum secara kritis dan objektif,” papar Rahmat.

BEM Fakultas Bersatu menegaskan tidak menolak aksi demonstrasi sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.

Mereka hanya mengingatkan agar gerakan mahasiswa tetap independen dan tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu.

Adapun sejumlah perwakilan BEM yang tergabung dalam BEM Fakultas Bersatu antara lain:

  • Wildan Ricky (BEM Fakultas Hukum UNISIA)
  • Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
  • Ardi Zulkifly (BEM FISIP UNAS),
  • Ardiansyah (BEM Institut Al-Aqidah)
  • Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
  • Alfi (BEM FEB UNPAM)
  • Rahmat Djimbula (BEM Hukum UIC)
  • Dicky (BEM FIPS Unindra)
  • Ahmad (BEM Fakultas Teknik Universitas BSI)
  • Rezky Anandar (BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI).

(Penulis: Najwa Rizkiana – Prodi Jurnalistik – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi)

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Dwi Oktaviani
Editor