TANGSELIFE.COMTumpukan sampah yang sempat menggunung di sejumlah pasar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas pedagang.

Melainkan adanya praktik pembuangan sampah liar oleh masyarakat yang memperparah kondisi tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel, Bachtiar Priyambodo mengatakan, indikasi itu terlihat dari ketidakseimbangan antara volume tumpukan sampah dan jumlah pedagang di pasar-pasar binaan pemerintah.

“Bahwa sampah yang ada di masing-masing pasar tidak hanya sampah yang dihasilkan dari pedagang pasar,” kata Bachtiar, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia mencontohkan, Pasar Cimanggis di Ciputat yang hanya memiliki 55 pedagang. Dari jumlah itu, pedagang lapak basah seperti daging dan ikan bahkan telah memiliki pengepul limbah sendiri.

Namun demikian, tumpukan sampah di lokasi tersebut justru menggunung hingga hampir setara atap kios.

“Gunungan sampahnya sampai segitu banyak, itu enggak masuk akal,” ujarnya.

Bachtiar mengungkapkan, pihaknya kerap menerima laporan dari aparat kewilayahan terkait aktivitas pembuangan sampah ilegal di sekitar pasar.

“Pak camat, lurah, RT dan RW sering menemukan masyarakat membawa kantong atau karung sampah, pagi, siang, malam dibuang ke situ,” ungkapnya.

Temuan itu juga diperkuat dengan beredarnya sejumlah video di media sosial yang memperlihatkan warga tertangkap basah membuang sampah sembarangan. Ironisnya, praktik tersebut diduga disertai pungutan liar (pungli).

Mengenai itu, Bachtiar menegaskan Pemkot Tangsel akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal maupun pihak yang terlibat pungli.

“Sudah disampaikan oleh Pak Wali Kota, baik yang menerima maupun yang membuang sampah akan ditindak menggunakan tindak pidana ringan,” tegasnya.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
Iis Suryani
Editor
Andre Pradana
Reporter