TANGSELIFE.COM- Mulai hari ini, 2 April 2025 Tol Jagorawi arah Puncak diberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow.

Langkah ini dilakukan untuk mengurai kemacetan kendaraan yang ingin melaju ke arah Puncak Bogor.

Pasalnya sebelumnya, kemacetan panjang terjadi di kawasan Puncak Bogor pada Selasa malam, 1 April 2025, setelah sistem satu arah (one way) dihentikan pada sore hari di KM 48+200 Exit Gerbang Tol (GT).

Kemacetan mulai terjadi setelah kendaraan keluar dari GT Ciawi arah Puncak Bogor, menyebabkan laju kendaraan melambat hingga sekitar 5 kilometer per jam.

Kepadatan terlihat jelas di Jalan Ciawi. Antrean kendaraan semakin menumpuk di sekitar Simpang Gadog, memperparah kemacetan di jalur utama menuju Puncak Bogor.

Atas kondisi ini membuat Tol Jagorawi arah Puncak kini diberlakukan contraflow mulai dari KM 44+500 hingga KM 46+500.

Jasa Marga juga mengingatkan para pengendara untuk menyesuaikan rute perjalanan mereka dengan adanya rekayasa lalu lintas agar perjalanan lebih lancar.

Contraflow di Tol Jagorawi Arah Puncak Diberlakukan, Ini Jalur Alternatifnya

Diberlakukannya contraflow di Tol Jagorawi arah Puncak sejak Rabu pagi ini, berikut 8 jalur alternatif yang bisa dipertimbangkan:

1. Tol Sentul Selatan – Babakan Madang – Pasir Angin

Rute ini dimulai dari Tol Sentul Selatan, melewati Babakan Madang, hingga Simpang Pasir Angin dengan jarak sekitar 20 km.
Keunggulan: Jalanan cukup lebar, lebih nyaman, dan lebih lancar dibandingkan jalur utama, serta menawarkan panorama alam yang hijau dan menyejukkan.

2. Bukit Pelangi – Pasir Angin – Puncak

Jalur ini menjadi pilihan ideal bagi yang ingin menghindari kepadatan lalu lintas.
Keunggulan: Relatif lebih sepi dengan pemandangan alam yang indah sepanjang perjalanan.

3. Tol Sentul Selatan – Babakan Madang – Pasir Angin (dari Jakarta)

Bagi pengendara dari Jakarta, jalur ini memungkinkan keluar di Simpang Pasir Angin, sehingga dapat menghindari kepadatan di pintu keluar utama menuju Puncak.

4. Cileungsi – Jonggol – Cariu (Rute Jakarta – Cianjur – Bandung)

Meskipun jaraknya sekitar 55 km dan lebih panjang, jalur ini lebih efektif untuk menghindari kemacetan di jalur utama menuju Puncak.
Keunggulan: Menghubungkan Jakarta, Cianjur, dan Bandung dengan arus lalu lintas yang lebih lancar meskipun memerlukan waktu perjalanan lebih lama.

5. Cilember – Jogjogan – Ciburial

Jalur sepanjang 8 km ini cocok bagi yang mencari rute lebih tenang dan ingin menikmati keindahan alam sekitar.

6. Jatiwangi – Bendungan – Ciawi (Arah dari Puncak Atas)

Dengan jarak 13 km, jalur ini ideal untuk perjalanan pulang dari Puncak.
Keunggulan: Lebih lengang dan memiliki akses langsung ke jalan utama menuju kota.

7. Cigombong/Caringin – Cipaku Kota Bogor (Arah dari Puncak Atas)

Menghubungkan Sukabumi dengan Cipaku di Kota Bogor sepanjang 14,7 km, jalur ini memiliki lebar hingga 8 meter dan menjadi pilihan strategis untuk menghindari kemacetan di kawasan Puncak.

8. Summarecon – Katulampa – Simpang Gadog

Rute ini cocok bagi pengendara yang ingin menuju Pasir Angin melalui Katulampa hingga Jalan Raya Puncak.
Catatan: Meskipun jalannya relatif sempit dan menanjak, jalur ini tetap bisa menjadi alternatif yang efektif dengan ekstra kehati-hatian.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
Jihan Hoirunisa
Editor
Jihan Hoirunisa
Reporter