TANGSELIFE.COM – Warga RW 23 Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), bergotong royong membuat lubang teba komposter sebagai upaya pengelolaan sampah organik rumah tangga secara mandiri.
Lubang teba yang berada di tengah kawasan permukiman tersebut akan menampung sampah organik dari sekitar 300 kepala keluarga (KK).
Sampah yang dikumpulkan nantinya diolah menjadi kompos alami.
Salah seorang warga, Ita (46) mengatakan, bahwa persoalan sampah dapat ditekan dengan membiasakan pemilahan sejak dari rumah. Sampah organik, kata dia, dapat dimanfaatkan melalui metode teba komposter.
“Sampah kalau kita tidak tangani dengan baik maka ini menjadi permasalahan, tapi kalau ditangani dengan baik maka ini menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Ita, Minggu, 4 Januari 2026.
Ita mengaku telah lebih dulu menerapkan teba komposter skala kecil di rumahnya. Keberhasilan tersebut mendorongnya mendukung pembangunan lubang teba berukuran besar di lingkungan RW 23.
Ia berharap metode ini dapat direplikasi di lingkungan lain agar masyarakat turut berperan dalam mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).
“Jadi dengan adanya teba di lingkungan RW kami ini, kami sangat mendukung dan mudah-mudahan ini akan menduplikasi ke RW yang lain,” katanya.
Sementara itu, Camat Ciputat, Mamat, menyatakan dukungannya terhadap partisipasi aktif warga dalam memilah sampah dari sumbernya. Menurutnya, langkah tersebut penting dalam penanganan persoalan sampah dari hulu.
“Jadi Teba ini digunakan untuk pembuangan sampah organik, yang tadinya masyarakat main dicampur saja, tidak dipilah lagi dan sekarang kami edukasi, kami sosialisasi,” tutur Mamat.
Lubang teba di RW 23 memiliki ukuran lebar 1,5 meter, panjang 2 meter, dan kedalaman sekitar 1,5 meter. Dengan ukuran tersebut, lubang ini diperkirakan mampu menampung hingga 7 ton sampah organik.
“Ini bisa kita angkat paling tidak 7 atau 8 bulan. Nantinya kita akan buatkan dua lubang,” jelasnya.
Saat ini, tercatat sedikitnya lima lingkungan di wilayah Ciputat telah memiliki fasilitas lubang teba komposter. Pemerintah kecamatan menargetkan pembangunan 105 lubang teba yang tersebar di seluruh RW se-Kecamatan Ciputat.
“Karena kalau sudah ada 105, paling tidak pengurangan sampah yang ada di wilayah Ciputat akan berkurang lebih jauh,” pungkasnya.


