TANGSELIFE.COM – Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ di Tangsel telah berakhir pada Rabu 28 Januari 2026, pemerintah membuka potensi kebijakan itu diperpanjang hingga awal Februari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni mengatakan, kebijakan perpanjangan itu mempertimbangkan potensi kembali adanya cuaca ekstrem dalam beberapa hari kedepan.

“Dindikbud Tangsel masih mengkaji dulu dengan melihat dinamika cuaca saat ini,” kata Deden Deni, Kamis, 29 Januari 2026.

Deden menyebut, selama sepekan kemarin, terdapat beberapa sekolah yang menerapkan PJJ, diantaranya salah satu SD di Pondok Aren dan SMP Negeri 22 Tangsel.

Sekolah menerapkan PJJ karena akses menuju lokasi terdampak genangan air yang disebabkan curah hujan tinggi beberapa hari lalu.

“Ada satu SD di Jurang Mangu, Pondok Aren dan SMP negeri 22 yang sempat PJJ kemarin,” ungkapnya.

Kendati demikian, Deden menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat situasional dan tidak diberlakukan secara menyeluruh.

Sekolah yang dinilai aman dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan pengawasan serta koordinasi bersama pihak terkait.

Deden juga minta pihak sekolah untuk aktif melaporkan kondisi terkini di lingkungan masing-masing, termasuk akses jalan, sarana prasarana, dan kesiapan tenaga pendidik.

“Kerjasama dengan orang tua dalam berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait perkembangan cuaca juga perlu dilakukan intensif,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Dindikbud Tangsel memberlakukan kebijakan PJJ di Tangsel sejak 24 hingga 28 Januari 2026.

PJJ diberlakukan bagi sekolah di berbagai tingkatan mulai dari PAUD hingga SMP yang terdampak cuaca ekstrem

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Andre Pradana
Reporter