TANGSELIFE.COM – Kondisi advokat di Tangerang yang menjadi korban penusukan oleh debt collector atau mata elang (matel) di Bencongan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, dilaporkan masih lemah setelah menjalani operasi.
Korban sendiri menjalani operasi di RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa 24 Februari 2026.
Kuasa hukum korban, Wiliyanto menyampaikan, bahwa advokat di Tangerang sempat berada dalam kondisi kritis usai keluar dari ruang operasi, namun mulai menunjukkan kesadaran pada sore harinya.
“Kondisi korban kemarin itu keluar dari ruang operasi masih kritis, pas malam itu sekitar jam 18.00 itu udah mulai sadar, mulai siuman,” kata Wiliyanto, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menjelaskan, korban mengalami tiga luka tusukan, tetapi tidak ada organ vital yang terdampak.
“Organ tubuhnya semuanya gapapa kok, bagus. Jadi gak sampai kena organ tubuh,” ungkapnya.
Meski telah melewati masa kritis, korban disebut masih membutuhkan waktu pemulihan dan istirahat intensif.
“Cuma kondisinya itu masih lemah maka kemudian ditidurkan lagi sama Dokter,” pungkasnya.
Peristiwa penusukan tersebut terjadi di wilayah Bencongan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Insiden bermula saat debt collector diduga hendak menarik kendaraan milik korban yang disebut menunggak cicilan.
Akibat kejadian itu, korban mengalami tiga luka tusukan dan langsung mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
