TANGSELIFE.COM – Sejumlah siswa yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial YP (54) dilaporkan mengalami trauma psikologis.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tangsel, Tri Purwanto mengatakan, para korban saat ini masih menjalani pendampingan psikologis guna memulihkan kondisi mental mereka.

“Secara garis besarnya belum bisa disimpulkan tingkat traumanya, cuma trauma itu ada,” ujar Tri saat dihubungi, Rabu, 21 Januari 2026.

Ia menjelaskan, tahapan pendampingan psikologis telah dilakukan sejak Selasa (20/1).

Untuk sementara, fokus pendampingan diberikan kepada sembilan siswa yang menjadi korban pelecehan seksual dan telah membuat laporan resmi demi kepentingan proses penyelidikan kepolisian.

“Sembilan untuk sementara, karena itu dibutuhkan oleh pihak kepolisian dalam hal hasilnya itu,” ungkapnya.

Tri menambahkan, proses konseling akan dilakukan secara berkelanjutan sesuai dengan tingkat trauma yang dialami masing-masing korban.

“Berapa lamanya tergantung dari pada si korban itu sendiri. Karena trauma ini kan ada yang ringan, sedang hingga berat,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi psikologis setiap anak turut memengaruhi durasi penanganan.

“Dan itu dari kondisi psikis si korban juga. Anak itu kan ada yang ceria, pendiam dan lainnya, itu mempengaruhi proses penanganan berapa lamanya itu,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Iis Suryani
Editor
Andre Pradana
Reporter