TANGSELIFE.COM-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali mengingatkan masyarakat untuk memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan aktif.

Di tahun 2026, pemerintah memperluas layanan kesehatan gratis yang kini tak hanya mencakup pemeriksaan, tetapi juga pencegahan dan penanganan medis lanjutan.

Menurut Budi, kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif menjadi kunci agar masyarakat bisa memanfaatkan berbagai layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.

“Yang ingin saya sampaikan, bukan hanya cek kesehatannya saja yang gratis, tapi pencegahan dan penanganannya juga gratis,” ujar Budi dalam keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Jangan Tunda Bayar BPJS Kesehatan

Ia pun secara terbuka mengajak masyarakat untuk tidak menunda pembayaran iuran BPJS. Dengan iuran yang relatif kecil, manfaat yang didapat justru sangat besar.

“Saran saya, ayo segera aktifkan BPJS. Bayarnya hanya puluhan ribu rupiah per bulan. Harusnya lebih kecil dari pengeluaran untuk rokok,” katanya.

Budi menjelaskan, layanan pencegahan dan penanganan gratis ini merupakan pengembangan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dijalankan pemerintah sebelumnya. Jika sebelumnya layanan hanya sebatas skrining kesehatan, kini masyarakat juga mendapatkan akses pengobatan sebagai tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Dalam skema terbaru, layanan penanganan medis diberikan gratis selama 15 hari pertama sejak hasil pemeriksaan dikeluarkan. Setelah masa tersebut berakhir, masyarakat tetap bisa memperoleh layanan gratis selama status BPJS Kesehatan mereka aktif.

Sebaliknya, bagi masyarakat yang tidak memiliki atau tidak mengaktifkan kepesertaan BPJS, biaya pengobatan harus ditanggung sendiri setelah melewati masa layanan gratis tersebut.

“Kalau dia anggota BPJS yang aktif, penanganannya gratis. Tapi kalau tidak aktif, setelah 15 hari pertama, pengobatan harus dibayar sendiri,” tegas Budi.

Lebih jauh, ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program CKG sebagai langkah awal mencegah risiko kesehatan berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Pemerintah ingin menggeser pola pikir dari sekadar berobat menjadi lebih peduli pada pencegahan.

Pada 2026, Kementerian Kesehatan menargetkan 136 juta orang ikut serta dalam program Cek Kesehatan Gratis. Angka ini hampir dua kali lipat dibanding capaian tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 70 juta peserta.

“Di 2026 ini, kita tidak ingin cek kesehatan hanya menjadi tujuan. Tujuan besarnya adalah seluruh masyarakat Indonesia tetap sehat,” pungkas Budi.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter