TANGSELIFE.COM – Polisi menangkap terduga pelaku pencabulan empat bocah di Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Terduga pelaku diketahui berinisial E (18). Ia merupakan tetangga dari para korban.
“Lagi diamankan itu orangnya, nanti setelah selesai pemeriksaan baru,” kata Kapolres Tangsel, AKBP Boy Jumalolo, Jumat, 20 Februari 2026.
Kendati demikian Boy enggan menjelaskan lebih rinci terkait penangkapan itu.
Saat ini terduga pelaku telah diamankan menuju Mapolres Tangsel untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Iya diamankan (terduga) pelaku, sambil menunggu proses lebih lanjut,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, empat bocah di Serpong Utara, Kota Tangsel diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pria berinisial E.
Orang tua korban berinisial H mengungkapkan, awalnya ia tidak menaruh kecurigaan meski anaknya sempat mengeluhkan sakit di bagian anus. Ia mengira keluhan tersebut hanya terkait gangguan pencernaan.
Kasus tersebut mulai terungkap ketika seorang guru mencurigai adanya kemerahan pada leher salah satu korban. Saat ditanya, korban awalnya tidak jujur, namun setelah dipersuasif mengaku bahwa kemerahan itu akibat dicium.
Pendalaman lebih lanjut kemudian mengarah pada dugaan pencabulan. H juga menyebut, sebelum kejadian, para korban diduga diberi minuman yang telah dicampur sesuatu oleh terduga pelaku.
“Dikasih kopi yang udah dicampur obat. Anak-anak sebelum dicabuli itu ya dikasih minum obat sama kopi,” kata H.
Selain itu, para korban disebut sempat mendapat ancaman agar tidak menceritakan kejadian tersebut.
“Terus diancam ‘awas kalau sampai bilang sama mama lo, gue tonjok’ Jadi kan anak sekecil itu kan takut kan. Jangan kan ditonjok. Dicubit aja dia udah takut anak sekecil itu,” ungkapnya
Ia berharap kasus itu dapat segera ditangani dan terduga pelaku mendapatkan hukuman sesuai perbuatannya.
Sementara Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan para korban diketahui mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
“Korban alami trauma tapi Kondisi berangsur-angsur ceria,” kata Tri ketika dikonfirmasi, Jumat, 20 Februari 2026.
Tri menerangkan, selain anak, ibu korban juga diketahui mengalami trauma. Orang tua merasa trauma mendalam setelah mengetahui kabar buah hatinya menjadi korban pencabulan.
“Ibu korban lebih terpukul atas kejadian ini,” ungkapnya.
Tri sendiri belum mau menjelaskan lebih rinci masing-masing kondisi anak. Ia minta semua pihak menunggu hasil bimbingan psikolog yang sedang dilakukan.
“Tunggu hasil konseling psikologinya nanti ya,” pungkasnya.
