TANGSELIFE.COM– Pemerintah melalui Korlantas Polri resmi melakukan one way nasional atau rekayasa lalu lintas satu arah pada hari ini, Minggu 6 April 2025.

Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2025 yang mencapai puncaknya pada hari ini.

Sistem one way nasional ini dilakukan mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang sampai KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama).

Acara flag off one way nasional Tol Kalikangkung-Cikatama dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sekitar pukul 09.35 WIB.

Selain Jenderal Listy0 Sigit, sejumlah pejabat penting pun terpantau hadir dalam acara ini seperti Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Dirut Jasa Raharja Rivan Purwantono, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo, hingga Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

One Way Nasional Tol Kalikangkung-Cikatama Resmi Diberlakukan pada Puncak Arus Balik Lebaran 2025

Kapolri menyampaikan bahwa puncak arus balik Lebaran tahun ini diperkirakan berlangsung sejak Sabtu, 5 April 2025 hingga Senin, 7 April 2025.

Berdasarkan data sementara, sejak Sabtu malam, 5 April 2025 kemarin, tercatat sudah ada sekitar 2,2 juta orang yang telah memulai perjalanan balik menuju Jakarta dan sekitarnya.

Adapun kepadatan lalu lintas mulai terasa sejak Sabtu sore di berbagai titik strategis, salah satunya jalur arteri Nagreg menuju Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Kemacetan panjang mulai terjadi pada lokasi tersebut sejak pukul 15.00 WIB. Kondisi diperburuk oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Sementara itu, Lisye Octaviana, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga, menyatakan bahwa Gerbang Tol Cikatama menjadi titik tersibuk arus balik.

Lisye memprediksi, kendaraan yang melintasi Gerbang Tol Cikatama akan melonjak tajam pada hari Minggu, 6 April 2025.

Maka dari itu, one way nasional pun resmi diberlakukan pada Minggu pagi, di ruas Tol Kalikangkung-Cikatama.

Sebelum one way nasional diberlakukan, Korlantas Polri terlebih dahulu menerapkan rekayasa lokal yang dimulai dari Km 70 Tol Japek hingga Km 36, kemudian diperpanjang hingga Km 188, lalu ke Km 219 Tol Pejagan-Pemalang.

Rekayasa ini terus disesuaikan secara dinamis mengikuti traffic counting untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
Jihan Hoirunisa
Editor
Jihan Hoirunisa
Reporter