TANGSELIFE.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) telah menjalin kerja sama pengelolaan sampah dengan tiga pihak dengan total kapasitas mencapai 720 ton per hari.

Ketiga pihak itu diantara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan kapasitas 20 ton yang dibuang ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, lalu perusahaan swasta di Cileungsi Kabupaten Bogor dengan kapasitas 200 ton perhari.

Sedangkan yang terakhir kerja sama dengan Pemerintah Kota Serang dengan kapasitas sampah hingga 500 ton perhari yang dibuang ke Tempat Pemprosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong.

Kendati kapasitas kerja sama terbilang besar, namun penumpukan sampah masih terjadi, salah satunya di area pasar Cimanggis, jalan Otista Raya, Kecamatan Ciputat.

Di lokasi itu gunungan sampah kurang lebih mencapai dua meter hingga meluber ke jalan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, mengakui kondisi tersebut masih terjadi di beberapa wilayah.

Menurutnya kondisi itu terjadi karena adanya lonjakan sampah harian yang cukup banyak. Selain itu jarak tempuh lokasi pembuangan membuat operasional armada pengangkut sampah menjadi terbatas.

“Namun masih ditemukannya tumpukan sampah di beberapa wilayah disebabkan oleh lonjakan volume sampah harian, keterbatasan ritasi armada, jarak tempuh ke lokasi pembuangan yang cukup jauh,” kata Tubagus ketika dikonfirmasi, Selasa, 6 Januari 2026.

Terlebih, kata Tubagus, saat ini penanganan tidak hanya dilakukan terhadap sampah yang ada di pinggir jalan, melainkan juga di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Menurutnya proses itu membutuhkan cukup waktu sehingga penyelesaian tumpukan sampah harus dilakukan secara bertahap.

“Serta penanganan tumpukan lama di sejumlah TPS yang membutuhkan waktu dan proses bertahap,” ungkapnya.

Tubagus menjelaskan, kerjasama yang dijalin oleh sejumlah pihak itu merupakan penanganan jangka pendek penyelesaian masalah sampah di Kota Tangsel.

Adapun solusi jangka panjang yang sedang diupayakan yaitu dengan menghadirkan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangsel.

“Kedepannya kita tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui penerapan PSEL sebagai sistem pengelolaan sampah terintegrasi,” tuturnya.

Di samping itu Pemkot Tangsel sedang melakukan berbagai upaya agar masalah sampah dapar segera terselesaikan.

“Di sisi lain, optimalisasi armada, penataan jalur pengangkutan, penguatan TPS3R dan bank sampah dari hulu tetap berjalan, sehingga persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan dan tidak berulang di masa mendatang,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
Iis Suryani
Editor
Andre Pradana
Reporter