TANGSELIFE.COM- Aksi bersih-bersih Sampah di Jalan Raya Serpong, Tangsel dilakukan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie pada Rabu 4 Februari 2026 pagi.

Mulai dari  menyusuri trotoar dan bahu jalan, memunguti sampah yang tersisa di ruang publik perkotaan.

Kehadiran keduanya dalam aksi bersih-bersih sampah di Jalan Raya Serpong ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan lingkungan dijalankan secara konkret, dimulai dari kebiasaan paling mendasar, yakni menjaga kebersihan sekitar.

Dari kawasan Kantor Kelurahan Pondok Jagung hingga Markas Batalyon Kavaleri 9, Hanif dan Benyamin berjalan kaki, sesekali berhenti untuk menyapa warga serta pelaku usaha yang beraktivitas di sepanjang koridor Jalan Raya Serpong.

“Setidaknya satu jam sebelum memulai pekerjaan, luangkan waktu untuk membersihkan lingkungan sekitar,” ujar Hanif di sela kegiatan.

Tak hanya memunguti sampah yang berserakan, Menteri Lingkungan Hidup juga berdialog dengan sejumlah pemilik usaha.

Ia mengingatkan agar sampah hasil aktivitas komersial dikelola dengan baik dan tidak dibuang sembarangan ke bahu jalan maupun saluran air.

Tangsel Menuntut Sistem Pengelolaan Sampah Terencana, Terintegrasi dan Berkelanjutan

Menurut Hanif, karakter Tangsel sebagai kawasan urban dengan kepadatan tinggi menuntut sistem pengelolaan sampah yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia menegaskan, tanggung jawab utama pengelolaan sampah berada di tangan kepala daerah.

“Undang-undang sudah jelas. Mandat pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir ada pada wali kota,” ujarnya, merujuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Di sisi lain, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menilai, aksi bersih-bersih sampah hanya akan berdampak sementara jika tidak diiringi perubahan perilaku masyarakat.

Menurut Ben, banyaknya tumpukan sampah di sejumlah titik, seperti Pasar Cimanggis, median Jalan Ciputat, Pasar Jombang, hingga Jalan Raya Serpong lantaran belum optimalnya kerja sama antar daerah.

Namun kini, kolaborasi lintas wilayah telah diperkuat sehingga pemrosesan akhir sampah dapat dilakukan melalui skema kerja sama tersebut.

“Dalam tiga hari terakhir, sampah di titik-titik itu sudah berhasil diangkut seluruhnya,” ujar Benyamin.

Ia menjelaskan, Tangsel saat ini mengoperasikan 27 truk sampah milik pemerintah daerah, ditambah 42 armada kontraktual dari transporter swasta. Ke depan, jumlah armada akan terus ditambah.

“Kebutuhan idealnya sekitar 100 truk untuk mengangkut hampir 1.200 ton sampah per hari,” katanya.

Di sisi lain, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang sudah tidak menerima sampah baru. Fokus pengelolaan diarahkan pada pengolahan sampah lama dengan target jangka panjang menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang terbuka hijau.

Tak berhenti di hilir, Benyamin juga menggerakkan pengelolaan sampah dari sumbernya. Program pembuatan lubang biopori digencarkan di seluruh Tangsel.

“Kami menargetkan minimal 20 ribu biopori baru dalam dua bulan,” ungkapnya.

Melalui biopori, sampah organik diharapkan dapat diselesaikan langsung di tingkat rumah tangga. Sebuah langkah kecil yang, jika dilakukan bersama, diyakini mampu memberi dampak besar bagi wajah kota.

Aksi di Jalan Raya Serpong itu pun menjadi pengingat bahwa kota bersih bukan sekadar slogan, melainkan hasil dari konsistensi kebijakan, keteladanan pemimpin, dan kesadaran warga yang berjalan seiring.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter