TANGSELIFE.COM – Pihak Kepolisian akan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk menyelidiki kebakaran gudang kimia di Tangsel, tepatnya di komplek pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, Puslabfor dilibatkan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, termasuk pemeriksaan kandungan air sungai yang sempat tercemar akibat bahan kimia.

“Kita berkoordinasi dengan DLH Kota Tangsel untuk mengambil sampel yang rencana kita akan lakukan pemeriksaan di Puslabfor Bareskrim Polri,” kata Wira, Selasa, 10 Februari 2026.

Di samping itu, pihak Kepolisian telah mengeluarkan laporan A untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

“Kemudian kita juga telah menerbitkan Laporan Polisi bentuk A untuk menyelidiki apakah ada dugaan tindak pidana terhadap peristiwa kebakaran tersebut,” terangnya.

Wira mengungkapkan, sejauh ini terdapat lima saksi yang sudah menjalani pemeriksaan. Kelima orang itu terdiri dari pihak keamanan gudang hingga karyawan perusahaan.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi. Dimana ada karyawan, kemudian manajer juga, selanjutnya ada juga dari sekuriti setempat,” pungkasnya.

Diketahui kebakaran gudang kimia pertama kali dilaporkan terjadi sekira pukul 04.30 WIB, Senin 9 Februari 2026.

Banyaknya bahan kimia di lokasi kejadian membuat kobaran api sulit untuk dipadamkan. Total ada 16 armada pemadam dan kurang lebih 70 personel yang dikerahkan untuk memadamkan si jago merah.

“Yang kebakaran gudang kimia, gudang pestisida,” kata Kabid Pemadaman Damkar Tangsel, Omay Komarudin, Senin, 9 Februari 2026.

Tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. “Kerugian kurang lebih Rp2 miliar. Korban jiwa nihil,” pungkasnya.

Residu dari kebakaran gudang kimia tersebut juga dikabarkan mengalir hingga menyebabkan aliran sungai tercemar.
Beredar video aliran sungai di wilayah Serpong berubah menjadi warna putih disertai aroma kimia menyengat.

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel sudah datang ke lokasi sungai tercemar untuk mengambil sampel air.

“Kita mengambil sampel ada empat titik yang pertama di lokasi kebakaran, aliran air yang dialiri, gorong-gorong, dan (perumahan) The Green,” kata pengawas DLH Tangsel, Yofi.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Andre Pradana
Reporter