TANGSELIFE.COM- Sebanyak 31 Puskesmas, RSU Kota Tangsel, serta fasilitas kesehatan swasta telah dilibatkan dalam program CKG di Tangsel.
Menurut Walikota Tangsel, Benyamin Davie, temuan paling dominan adalah kasus hipertensi yang mencapai lebih dari 50 persen. Kondisi ini kemudian berkorelasi dengan meningkatnya risiko stroke.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda pengobatan jika sudah muncul gejala.
“Kalau ada tanda-tanda tekanan darah tinggi atau gejala stroke, segera berobat. Fasilitasnya sudah tersedia,” tegas Ben, Jumat 13 Februari 2026.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar menambahkan, 56 persen dari 1,4 juta warga Tangsel sudah melakukan CKG.
“Jadi kurang lebih 500.000-an lah ya. Dari 500.000-an itu terdiri dari tadi ya, anak usia sekolah sama dewasa lansia gitu ya. Nah, itu hipertensinya ya kurang lebih 50 persennya.
Hipertensi, kemudian juga risiko stroke, ya. Kemudian juga diabetes pada lansia.
Lanjut Allin, selain itu ada juga kasus pre-hipertensi pada anak sekolah.
“Itu balik lagi ke pola hidup ya, gaya hidup gitu. Selain juga memang genetik. Makanya saat ini kita di tahun ini sedang melakukan intervensi terhadap hasil CKG di Tangsel,” jelas Allin.


