TANGSELIFE.COM- Danish Culinary School menghadirkan terobosan berbasis keterampilan praktis melalui Program AKSARA (Angkatan Siap Kerja) ditengah tingginya angka pengangguran.

Program AKSARA dirancang sebagai pelatihan intensif selama sembilan bulan dengan biaya Rp2,5 juta yang dapat diangsur dua kali.

Skema ini dinilai cukup terjangkau dibanding pelatihan sejenis dengan jalur praktik industri.

Owner Danish Culinary School, Taufik Hidayat Syah, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keprihatinannya terhadap banyak lulusan SMA/SMK yang memiliki potensi, namun terhambat kondisi ekonomi.

Menurutnya, banyak anak muda bukan tidak mau bekerja, melainkan tidak memiliki akses pelatihan berkualitas dan koneksi industri yang memadai.

Dua Bulan Training, Tujuh Bulan Magang Hotel Berbintang

Skema pembelajaran dibagi menjadi dua tahap.

  • Dua bulan pertama diisi pelatihan intensif bersama chef profesional untuk membangun fondasi keterampilan dapur standar industri.
  • Selanjutnya, tujuh bulan peserta akan menjalani praktik kerja langsung di hotel minimal bintang 4, bahkan hingga bintang 5. Sistem ini dirancang agar peserta benar-benar memiliki pengalaman kerja nyata, bukan sekadar sertifikat.

Pendekatan praktik langsung dinilai penting karena industri perhotelan dan jasa menuntut kesiapan teknis serta adaptasi kerja yang cepat.

Terbuka untuk Lulusan SMA/SMK hingga Paket C

Program AKSARA terbuka bagi lulusan SMA/SMK, Madrasah Aliyah, hingga Paket C dengan batas usia maksimal 25 tahun.

Tak hanya fokus pada keterampilan memasak, peserta juga dapat diarahkan sesuai minat, termasuk menjadi waiter atau mempersiapkan peluang kerja di kapal pesiar—sektor yang membutuhkan tenaga terlatih dengan standar layanan tinggi.

Taufik menegaskan, dirinya ingin membuka akses pelatihan berkualitas dengan biaya terjangkau bagi generasi muda. Ia menilai sulit menemukan program dengan praktik harian dan jalur magang hotel berbintang dalam rentang biaya serupa.

Harapan Baru di Tengah 7,35 Juta Pengangguran

Di tengah angka 7,35 juta pengangguran nasional, model pelatihan berbasis praktik dan koneksi industri seperti ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret, khususnya bagi lulusan pendidikan menengah.

Program AKSARA bukan sekadar kursus memasak. Ia menawarkan jalur transisi dari bangku sekolah menuju dunia kerja, membangun kompetensi, kemandirian, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga.

Karena pada akhirnya, persoalan pengangguran bukan hanya soal angka statistik, tetapi tentang membuka pintu kesempatan bagi mereka yang siap melangkah.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter