TANGSELIFE.COM – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerjunkan tim untuk menguji kualitas udara di lokasi gudang kimia di Tangsel yang kebakaran pada Senin (9/2) lalu.
Kehadiran tim ahli dari KLH di lokasi kebakaran gudang kimia di Tangsel untuk mendeteksi kemungkinan adanya sisa gas berbahaya dari bahan kimia yang berpotensi mengancam keselamatan.
“Kami menugaskan tim untuk melakukan pengecekan gas-gas apa saja yang ada di sekitar di sini,” kata Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH, Rasio Ridho Sani, ditulis Sabtu, 14 Februari 2026.
Rasio menjelaskan, proses pengecekan meliputi seluruh area, termasuk bagian dalam gedung yang hangus terbakar.
Oleh karena itu tim yang diterjunkan merupakan mereka yang memiliki pengalaman dalam mendeteksi maupun melakukan pemulihan bahan kimia berbahaya.
“Kami menugaskan tim yang punya pengalaman dalam mendeteksi dan juga pemulihan bahan-bahan kimia,” ungkapnya.
Menurutnya langkah itu merupakan upaya untuk memulihkan kembali area lokasi kebakaran yang sempat tercemar akibat zat kimi berbahaya.
Di samping itu, KLH juga telah meminta kepada pengelola untuk membatasi akses menuju gudang kebakaran sampai lokasi itu benar-benar dinyatakan aman.
Hal itu dilakukan untuk mengurangi resiko terhadap paparan zat kimia yang berpotensi masih berada di lokasi kebakaran.
“Kami akan batasin akses masyarakat atau pihak-pihak yang akan beraktifitas di lokasi dekat gudang terbakar ini,” pungkasnya.
Gudang kimia milik PT Biotek Saranatama sendiri telah disegel oleh KLH pada Jumat (13/2).
Proses penyegelan dilakukan bersamaan dengan kedatangan Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq bersama jajaran KLH ke lokasi kebakaran.


