TANGSELIFE.COM – Kebakaran gudang kimia di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menyebabkan aliran sungai tercemar.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, saat ini air yang tercemar telah mencapai wilayah Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.
“Informasi terakhir sudah sampai ke Teluk Naga,” kata Hanif saat mendatangi lokasi gudang kimia kebakaran, Jumat, 13 Februari 2026.
KLH sendiri telah mengambil sampel air untuk mengetahui pasti berapa besar pengaruh pencemaran terhadap ekosistem sungai.
“Tentu semua dampak lingkungan kita lakukan pengambilan sampel. Uji sampel untuk melihat sampai sejauh mana pengaruh yang timbul dari kondisi ini,” ungkapnya.
PT Biotek Saranatama selaku pemilik gudang kimia mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kualitas udara yang tercemar di sekitar lokasi kejadian maupun ekosistem sungai yang tercemar.
Manager Operasional PT Biotek Saranatama, Luki mengatakan, proses netralisasi dilakukan bersama-sama dengan berbagai pihak, salah satunya Kementerian Pertanian.
“Untuk di udaranya kita menggunakan produk bantuan dari Kementerian Pertanian, kemudian untuk di sungainya dari PT Biotek menyediakan absorbent pesticida untuk penetral pestisidanya itu sendiri,” kata Luki ketika ditemui di lokasi kebakaran, Jumat, 13 Februari 2026.
Luki mengungkapkan, di samping itu, pihak perusahaan juga telah menebar kurang lebih 5.000 benih ikan di sungai Jeletreng.
Langkah itu sebagai upaya untuk mengembalikan ekosistem sungai yang terdampak bahan kimia.
“Hari ini kita juga melakukan pengembalian ekosistem biota yang ada di sungai dengan penebaran sekitar 5.000 ikan,” ungkapnya.
Luki menyebut, upaya menetralkan ekosistem sungai sendiri akan dilakukan secara berkala beriringan dengan proses uji kualitas air sungai yang sedang dilakukan.
“Akan dilakukan secara berkala, kita setiap ini juga ada pengecekan air berkala jadi kita nanti ada tim juga yang menangani itu sendiri,” pungkasnya.


