TANGSELIFE.CON – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) minta peristiwa kebakaran gudang kimia di Tangsel diaudit.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat mendatangi lokasi kebakaran pada Jumat (13/2).

Menanggapi itu, Manager Operasional PT Biotek Saranatama, Luki, mengaku telah melampirkan berbagai dokumen perizinan kepada pihak-pihak terkait.

“Tentunya kalau dari kami sendiri, dari tenan, kita izin-izin semua sudah kita sampaikan, baik itu ke kepolisian maupun ke dinas-dinas terkait seperti Dinas Liingkungan Hidup,” kata Luki, ditulis Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia menyebut, beberapa dokumen perizinan yang diberikan terdiri Surat Keputusan (SK) Menteri hingga perizinan gudang.

Kendati demikian ia tak menyebut SK apa yang dimaksud.

“Semua meminta data itu, pihak kepolisian juga, izin baik SK Menteri, kemudian perizinan gudang, kita sudah berikan semua data-data itu,” ungkapnya.

Namun ia sendiri tak menampik bahwa pihaknya belum memberikan semua data yang dibutuhkan pihak berwenang.

Pasalnya saat ini pihaknya masih fokus melakukan penanganan terhadap residu di lokasi kebakaran gudang kimia di Tangsel.

“Mungkin ada beberapa data yang masih belum kita sediakan, karena kita masih banyak mengurusi masalah penanganan residu limbah ini sendiri,” pungkasnya.

Sebelumnya KLH minta gudang kimia di kawasan pergudangan Taman Tekno Tangsel yang kebakaran pada Senin (9/2) lalu untuk segera diaudit.

Pasalnya peristiwa itu dinilai menimbulkan kerugian yang cukup besar khususnya dari segi ekologis.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, nantinya hasil audit itu akan menjadi dasar pertimbangan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

“Kami akan melakukan, memerintahkan, pengelola kawasan untuk melakukan audit lingkungan secara presisi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Hanif di kawasan pergudangan Taman Tekno, Jumat, 13 Februari 2026.

Hanif mengungkapkan, pengelolaan gudang chemical atau zat kimia harus dikelola secara hati-hati.

Apalagi gudang tersebut berada di tengah aktivitas masyarakat.

Sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat diantisipasi sedini mungkin.

“Langkah-langkah seperti kemarin seandainya sangat proven (terbukti, red) tentu mengalirnya jauh ke alam yang cukup luas ini bisa dicegah di kemudian hari,” ungkapnya.

Di samping itu, KLH juga minta kepada pengelola kawasan maupun pihak perusahaan untuk segera melakukan pemulihan terhadap lingkungan yang tercemar.

Menurutnya langkah sementara itu diperlukan agar pencemaran tidak semakin berlanjut.

“Kita akan segera melakukan langkah-langkah pemulihan sementara untuk menghindari terjadinya paparan yang
berkelanjutan,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Iis Suryani
Editor
Andre Pradana
Reporter