TANGSELIFE.COM – Memasuki usia ke-20 pada 2026, Paramount Land menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pertumbuhan bisnis berbasis ekosistem kawasan.
Hal ini disampaikan dalam acara silaturahmi bersama rekan media yang digelar pada Kamis, 26 Februari 2026 di Gading Serpong.
Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, mengatakan dua dekade perjalanan perusahaan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan arah bisnis ke depan.
Kinerja 2025 Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
Di tengah dinamika ekonomi global yang memengaruhi perekonomian nasional, Paramount Land mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025.
Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menjelaskan bahwa perusahaan tetap mampu menjaga performa melalui konsistensi strategi, inovasi produk, serta penguatan branding kawasan.
Sepanjang 2025, perusahaan berhasil melakukan serah terima sekitar 1.250 unit residensial dan komersial, meluncurkan delapan produk baru, serta mencatat penjualan lebih dari 800 unit.
Pada periode tertinggi, kapasitas pembangunan mencapai 1.600–1.800 unit per bulan.
Dari sisi marketing sales, perusahaan sempat menembus Rp6,5 triliun hingga semester I 2025. Setelah target direvisi menjadi Rp4,5 triliun, realisasinya telah mencapai 95 persen.
Untuk 2026, target marketing sales dipatok sebesar Rp5,5 triliun, di luar pendapatan berulang (recurring income).
Kontribusi recurring income pada 2025 berada di kisaran 18–19 persen dari total pendapatan. Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan porsi ini melalui pengembangan proyek-proyek strategis seperti sekolah, rumah sakit, kawasan komersial baru, hingga pembaruan hotel dan serviced residence.
Rebranding dan Akses Tol Jadi Momentum Penting
Salah satu tonggak penting pada akhir 2025 adalah peluncuran identitas baru “Paramount Gading Serpong”.
Transformasi ini menandai fase kedewasaan kawasan yang kini semakin mapan dari sisi infrastruktur, fasilitas komersial, hingga ekosistem bisnisnya.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi kawasan di tengah persaingan township di koridor barat Jakarta yang semakin kompetitif.
Milestone signifikan juga dicatat oleh Paramount Petals melalui realisasi akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25.
Saat ini akses tersebut memasuki tahap persiapan Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO) dengan target operasional pertengahan 2026.
Kehadiran akses tol langsung ini diyakini menjadi katalis peningkatan nilai properti sekaligus mempercepat pertumbuhan kawasan.
Bangun Ekosistem Jangka Panjang
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menambahkan bahwa perusahaan terus mengembangkan kawasan terpadu yang mendukung kualitas hidup masyarakat.
Salah satu proyek unggulan di Gading Serpong adalah Pasadena Central District, kawasan mixed-use premium seluas sekitar 40 hektare dengan konsep “10 Minutes City Living”.
Sementara itu, Paramount Petals terus berkembang sebagai kota mandiri di koridor barat Jakarta.
Hingga kini, sekitar 1.300 unit telah terbangun, 1.000 unit telah diserahterimakan, dan sekitar 600 kepala keluarga telah menghuni kawasan tersebut.
Beragam fasilitas juga terus dilengkapi untuk mendukung aktivitas warga.
Memasuki 2026, Paramount Land menegaskan strategi ekspansi yang lebih terstruktur, dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penjualan dan penguatan pendapatan berulang.
Di usia ke-20 ini, perusahaan menegaskan bahwa pertumbuhan bukan sekadar tentang angka penjualan, melainkan membangun ekosistem kawasan yang hidup, produktif, dan berkelanjutan.


