TANGSELIFE.COM– Agensi ADOR secara resmi mengajukan gugatan ganti rugi terhadap salah satu anggota NewJeans, yaitu Danielle Marsh, beserta keluarganya dan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin.

Nilai gugatan yang diajukan tidak main-main, mencapai 43 miliar won atau sekitar Rp500 miliar.

Sidang pendahuluan pertama kasus ADOR ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret di Seoul Central District Court.

Perusahaan yang berafiliasi dengan raksasa hiburan HYBE tersebut mengajukan gugatan pada Desember 2025.

Dalam dokumen gugatan, ADOR menilai pihak Danielle dan Min Hee-jin memiliki tanggung jawab hukum atas konflik yang terjadi di internal agensi.

Perselisihan tersebut disebut berdampak besar, termasuk keluarnya Danielle dari agensi serta tertundanya berbagai aktivitas grup NewJeans.

Kasus ini semakin kompleks karena berkaitan dengan sengketa kontrak eksklusif antara para anggota NewJeans dan ADOR.

Sebelumnya, pada Desember lalu, pengadilan menyatakan bahwa kontrak eksklusif para anggota NewJeans dengan ADOR masih berlaku secara sah.

Putusan tersebut muncul setelah para anggota NewJeans sebelumnya mengklaim telah mengakhiri kontrak mereka dengan agensi pada November 2025.

Keputusan pengadilan itu menjadi salah satu dasar bagi ADOR untuk melanjutkan langkah hukum dan menuntut ganti rugi atas dampak yang ditimbulkan dari konflik tersebut.

Menariknya, gugatan terbaru ini akan ditangani oleh divisi pengadilan yang sama yang sebelumnya memutus perkara terpisah antara Min Hee Jin dan HYBE.

Pada Februari lalu, pengadilan memerintahkan HYBE untuk membayar sekitar Rp300 miliar kepada Min Hee Jin terkait hak put option sahamnya.

Dalam putusan tersebut, pengadilan menilai bahwa meskipun Min sempat menjajaki kemungkinan menjadikan ADOR sebagai perusahaan independen, tindakan itu tidak dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kontrak pemegang saham.

Dalam konferensi pers pada 25 Februari, Min Hee-jin bahkan menyatakan kesediaannya untuk melepas pembayaran kompensasi tersebut.

Namun, ia mengajukan sejumlah syarat kepada HYBE, di antaranya:

1. Seluruh gugatan perdata maupun pidana terhadap dirinya dicabut

2. Para anggota NewJeans diizinkan tetap beraktivitas bersama secara bebas

3. Konflik antara pihak agensi dan artis dapat diselesaikan secara menyeluruh

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa konflik antara agensi dan pihak artis masih jauh dari kata selesai.

Kasus hukum ini menjadi perhatian besar penggemar K-Pop global karena dapat memengaruhi masa depan grup NewJeans.

Banyak pihak menilai hasil sidang nanti akan menentukan apakah para anggota dapat melanjutkan aktivitas mereka bersama atau justru menghadapi hambatan hukum yang lebih panjang.

Sidang pendahuluan pada 26 Maret mendatang diperkirakan akan menjadi titik awal penting dalam sengketa bernilai ratusan miliar rupiah ini, sekaligus membuka babak baru dalam konflik antara ADOR, HYBE, dan mantan pimpinan mereka.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
Iis Suryani
Editor
Iis Suryani
Reporter