TANGSELIFE.COM- PT TransJakarta memastikan tarif TransJakarta akan diberlakukan hanya Rp1 selama periode libur Lebaran 2026.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan mobilitas masyarakat yang hendak bersilaturahmi atau berkunjung ke keluarga.

Dengan tarif Transjakarta yang sangat terjangkau, masyarakat tetap dapat bepergian tanpa terbebani biaya transportasi.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kelancaran aktivitas warga pada momentum Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi.

Tarif TransJakarta Rp1 Selama Lebaran 2026

Manajemen PT TransJakarta memastikan penerapan tarif Rp1 merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jakarta untuk memberikan akses transportasi yang lebih mudah bagi masyarakat saat perayaan hari besar keagamaan.

Momentum Lebaran biasanya diiringi dengan peningkatan perjalanan warga untuk bersilaturahmi. Karena itu, tarif khusus ini diharapkan dapat membantu masyarakat bergerak lebih leluasa tanpa harus memikirkan biaya perjalanan.

Selain membantu warga, kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong penggunaan transportasi umum sehingga kepadatan kendaraan pribadi di jalan dapat berkurang.

Mengapa Tarif Tidak Bisa Rp0?

Meski disebut sebagai layanan gratis, secara teknis sistem pembayaran tetap membutuhkan nominal transaksi.

Direktur Utama PT TransJakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa nilai Rp1 merupakan konversi dari tarif Rp0 yang digunakan dalam sistem pembayaran elektronik.

Menurutnya, sistem integrasi transportasi seperti TransJakarta, MRT, dan moda lainnya tetap memerlukan nilai transaksi agar proses tap-in dan tap-out dapat berjalan.

Secara teknologi, kartu pembayaran harus mentransfer nominal tertentu agar transaksi tercatat. Karena itulah angka Rp0 kemudian dikonversi menjadi Rp1 dalam sistem.

Skema ini memungkinkan data perjalanan tetap tercatat secara digital sekaligus menjaga integrasi pembayaran antar moda transportasi di Jakarta.

Meski kebijakan tarif Rp1 telah dipastikan, manajemen TransJakarta masih menunggu Surat Keputusan resmi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait waktu pemberlakuannya.

Keputusan tersebut akan menentukan apakah tarif khusus hanya berlaku pada 1 Syawal atau juga mencakup dua hari pertama Lebaran.

Koordinasi antara manajemen TransJakarta dan pemerintah daerah terus dilakukan agar kebijakan ini berjalan sesuai regulasi. Kepastian jadwal nantinya akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat.

Dengan informasi yang jelas, warga dapat merencanakan perjalanan selama Lebaran tanpa kebingungan.

Jam Operasional TransJakarta Saat Hari Pertama Lebaran

Selain tarif khusus, TransJakarta juga akan menyesuaikan jam operasional pada hari pertama Idulfitri.

Layanan bus tidak akan beroperasi sejak pagi seperti hari biasa. Manajemen memperkirakan layanan baru akan dimulai sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

Penyesuaian ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada para karyawan, khususnya pramudi, agar dapat menunaikan salat Idulfitri bersama keluarga.

Setelah waktu tersebut, layanan bus akan kembali berjalan seperti biasa untuk melayani mobilitas masyarakat.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter