TANGSELIFE.COM – Terdapat rukun haji dan umrah yang tidak boleh ditinggalkan oleh para jemaah yang melaksanakannya.

Untuk itu, rukun haji dan umrah yang wajib dilaksanakan oleh jemaah haji atau jemaah umrah bisa disimak pada artikel ini.

Untuk diketahui, ada sedikit perbedaan pendapat para ulama dalam menyebutkan rukun-rukun haji dan umrah.

Melansir NU Online, sebagian ulama menyebutkan ada 5 rukun haji dan umrah, sebagian ulama lainnya menyebutkan ada 6 rukun haji dan umrah.

Perbedaan tersebut muncul lantaran sebagian ulama memisahkan antara rukun ihram dan niat ihram.

وأركان الحج خمسة الإحرام والنية والوقوف بعرفة والطواف بالبيت والسعي بين الصفا والمروة

Artinya:

“Rukun haji ada lima: ihram, niat, wukuf di Arafah, tawaf di Ka’bah, dan sai pada Shafa dan Marwa.” – Taqrib pada Kifayatul Akhrar (Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2001 M/1422 H) halaman 301.

Rukun Haji dan Umrah

Berdasarkan pandangan ulama terhadap hadits Nabi Muhammad saw, wukuf dianggap sebagai puncak atau inti dari rangkaian ibadah haji.

Sebab, ibadah haji mengharuskan jamaah haji berada di tanah Arafah meski hanya sesaat ketika melakukan wukuf.

Sementara itu, pelaksanaan ibadah umrah hampir sama dengan ibadah haji, tetapi tanpa melakukan wukuf di Arafah.

الحج عرفة ومعنى الحج عرفة أي معظم أركانه كما تقول معظم الركعة الركوع ويحصل الوقوف بحضور بجزء من عرفات ولو كان مارا في طلب آبق أو ضالة أو غير ذلك

Artinya:

“Rasulullah saw bersabda, ‘Haji adalah Arafah’. Pengertian ‘Haji adalah Arafah’ bermakna kebesaran rukunnya sebagaimana kau mengatakan, ‘kebesaran rakaat ruku’. Wukuf telah hasil dengan menghadiri pada sebagian tanah Arafah meski hanya lewat mencari budak yang melarikan diri, hewan ternak yang hilang, atau lainnya.” – Taqiyuddin Al-Hishni, Kifayatul Akhyar, (Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2001 M/1422 H), halaman 302.

Dengan demikian, berikut rukun haji yang harus dipenuhi jemaah haji:

1. Ihram;

2. Wukuf di Arafah;

3. Tawaf di Ka’bah;

4. Sa’i pada Shafa dan Marwa;

5. Tahallul/mencukur rambut;

6. Tertib.

Lebih lanjut, berikut 5 rukun umrah yang harus dipenuhi jemaah umrah:

1. Ihram;

2. Tawaf;

3. Sa’i;

4. Tahallul/mencukur rambut;

5. Tertib.

Mengenal Rukun Haji dan Umrah

Berikut penjelasan dari masing-masing rukun haji dan umrah yang harus dilaksanakan para jemaah haji atau jemaah umrah:

1. Ihram

Mengutip buku ‘Panduan Komplit Ibadah Haji dan Umrah’ oleh H. Achmad Fanani, M.Pd., dan Maisarah, M.Si dari DetikHikmah, ihram merupakan niat untuk melaksanakan haji atau umrah ke Tanah Suci.

Ihram menandakan bahwa seorang jemaah sudah mulai masuk untuk mengerjakan serangkaian ibadah haji atau umrah.

Saat jemaah sudah berihram, ia wajib mengikuti ketentuan dan larangan yang berlaku ketika sedang ibadah haji atau umrah.

Jika melanggar larangan-larangan yang ditentukan, maka jemaah wajib membayar denda atau dam berupa menyembelih satu ekor kambing, memberi makan orang miskin, atau puasa selama tiga hari.

Berikut larangan-larangan setelah melakukan ihram seperti dijelaskan dalam buku Tuntunan Ibadah Haji dan Umrah oleh Dr. H Achmad Zuhdi:

– Dilarang mencukur bulu seperti rambut, kumis, jenggot, bulu ketiak, bulu kemaluan dan alis;

– Dilarang memotong atau mencabut kuku;

– Dilarang memotong rambut orang lain;

– Dilarang memakai wangi-wangian, kecuali sudah dipakai sebelum niat haji atau umrah;

– Dilarang mengucapkan kata-kata kotor;

– Dilarang melakukan maksiat;

– Dilarang menikah, menikahkan atau meminang perempuan untuk dinikahi; dan

– Dilarang bersetubuh.

2. Wukuf di Arafah

Wukuf bermakna hadir dan berada di Arafah, meski sedang dalam keadaan tidur, terjaga, di atas kendaraan, duduk, berbaring, dengan keadaan suci ataupun tidak.

Para ulama sepakat bahwa wukuf di Arafah merupakan rukun haji paling agung atau puncak ibadah haji.

Riwayat Rasulullah SAW memerintahkan pada seseorang untuk berseru:

“Haji adalah (wukuf di) Arafah. Siapa yang datang (di Arafah) pada hari Nahar malam sebelum fajar terbit, dia terhitung melakukan wukuf,” – HR Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud, Nasai dan Ibnu Majah, dari Abdurrahman bin Ya’mur.

Umumnya, wukuf dimulai pada hari kesembilan bulan Dzulhijjah setelah matahari tergelincir sampai dengan terbit matahari di hari kesepuluh.

ilustrasi Wukuf di Arafah
ilustrasi Wukuf di Arafah

3. Tawaf

Tawaf yakni kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran berlawanan arah jarum jam yang dimulai dari titik Hajar Aswad.

Tawaf yang dilaksanakan ketika haji atau umrah disebut dengan tawaf ifadah.

Perintah melaksanakan tawaf terdapat dalam Alquran Surat Al-Hajj ayat 29.

Tawaf dilaksanakan dengan berjalan kaki, terkecuali bagi jamaah haji atau umrah yang memiliki keterbatasan, kondisi yang lemah atau sakit.

4. Sa’i

Buku Situs-situs Dalam Al-Qur’an oleh Syahruddin El-Fikri menjelaskan bahwa Sa’i adalah berjalan kaki dan berlari-lari kecil di antara dua bukit, yakni Shafa dan Marwah.

Sa’i dilakukan sebanyak tujuh kali (bolak-balik) dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya.

Rasulullah bersabda,

ما أتمَّ اللهُ حَجَّ امرئٍ ولا عُمْرَتَه، لم يَطُفْ بين الصَّفا والمروةِ

Artinya:

“Allah tidak akan menerima haji atau umrah seseorang yang tidak melakukan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah.” (HR. Bukhari)

5. Tahallul/mencukur rambut;

Buku berjudul ‘Fiqih Ibadah’ menerangkan bahwa tahalull bermakna yakni keadaan seseorang yang telah dihalalkan melakukan perbuatan yang sebelumnya dilarang selama ihram.

Pembebasan larangan selama ihram itu ditandai dengan memotong atau mencukur paling sedikit tiga helai rambut.

Dalam rangkaian ibadah umrah, hanya ada satu jenis tahallul, yakni setelah semua amal ibadah umrah selesai.

Sementara pada pelaksanaan ibadah haji ada dua jenis tahallul, yakni tahallul awal dan tahallul tsani (kedua).

Tahallul awal dilakukan setelah melaksanakan amalan haji, yaitu melempar jumrah aqabah pada hari Nahar di Mina

Sementara tahalull kedua dilakukan setelah mengerjakan tawaf ifadah.

tahallul
ilustrasi tahallul, salah satu rukun haji dan umrah

6. Tertib

Tertib artinya melakukan semua rukun haji dan umrah sesuai dengan urutan yang benar, yakni diawali dengan niat ihram, kemudian tawaf, Sa’i, dan diakhiri dengan tahallul.

Tertib di sini menekankan bahwa pelaksanaan ibadah haji dan umrah harus secara berurutan dan tidak boleh dibolak-balik.