TANGSELIFE.COMSleep Call merupakan film terbaru garapan rumah produksi IDN Picture yang disutradarai Fajar Nugros.

Film ini telah tayang disejumlah bioskop Indonesia sejak tanggal 7 September 2023.

Tontonan baru yang memiliki aliran suspense thriller ini nampaknya berhasil mencuri perhatian penonton.

Pasalnya, film Sleep Call memuat plot cerita menarik yang cukup dekat dengan isu sosial masyarakat.

Beberapa di antaranya adalah isu pinjaman online, aplikasi kencan, yang kerap menghantui generasi Millenial dan Gen Z belakangan ini.

Sederet pemain Sleep Call sendiri mengungkap pesan moral yang bisa diambil penonton dari film ini.

“Hati-hati di internet kalau dari aku,” kata Kristo Immanuel sebagai Bayu.

“Jangan terlalu mudah jatuh cinta,” ungkap Erika Carlina sebagai Via.

“Semoga orang-orang yang nonton ini bisa lebih aware sama mental health, ya,” kata Rachel Vennya sebagai Nur.

Dengan begitu, film ini pun memberikan pesan moral yang bisa menjadi pembelajaran bagi para penontonnya.

Lantas, apa saja pelajaran yang tersirat dari film Sleep Call?

7 Pesan Positif dari Film Sleep Call

1. Interaksi dunia maya bukan satu-satunya solusi untuk melepas kesepian

Screenshot 2023 09 17 202441
Interaksi secara virtual bukan jadi satu-satunya solusi mengatasi kesepian (Youtube.com/IDN Picture)

Melalui sinopsis film Sleep Call, kita bisa mengetahui bahwa sosok Dina yang diperankan oleh Laura Basuki adalah perempuan kesepian yang hidup di kontrakan sederhana.

Ia adalah pekerja kantoran dengan kehidupan yang monoton sampai kesepian menyelimuti hidupnya.

Terlebih, orangtua Dina berada di rumah sakit jiwa dan ia terpaksa hidup sendirian di dalam rumah sewanya tersebut.

Sesuai saran dari kerabat kerjanya, Dina mencari teman melalui aplikasi kencan di ponselnya.

Alhasil, ia memiliki teman berbincang yang kerap ia panggil Rama (Bio One).

Hubungan pertemanan dunia maya itu seakan membuat hidup Dina lebih terang.

Padahal nyatanya tak seindah itu.

Hari demi hari ada saja bahaya yang mengintai akibat dari hubungan yang dijalin Dina melalui media sosial.

Meski pada akhirnya berbeda plot, namun kisah ini mengingatkan pada penonton soal media sosial yang ternyata bukan satu-satunya solusi untuk melepas kesepian.

Selain bisa bikin kecanduan, tak menutup kemungkinan bahwa media sosial bikin seseorang berhalusinasi yang berlebihan.

2. Kenali orang baru dengan latar belakang yang jelas

Adanya media sosial mempermudah seseorang untuk mengenal satu sama lain.

Kekurangannya, kita jadi tak mengetahui bagaimana latar belakang sebenarnya orang tersebut.

Dewasa ini, tak semua orang yang dikenal melalui media sosial memiliki karakter yang sama di kehidupan nyatanya.

Pertemuan Dina dan Rama di film Sleep Call yang terjadi secara virtual membuat kemungkinan besar salah satu dari mereka mengenalkan atau memanipulasi identitas sebenarnya.

Akhirnya, perkenalan tersebut pun bisa saja berakhir dengan tragis.

Untuk itu, diharapkan untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak dan pintar.

Jangan sampai tertipu dengan sosok yang baru dikenal, apalagi dari media sosial.

3. Trauma masa kecil yang berimbas pada kehidupan di masa depan

Dina di film Sleep Call bukanlah perempuan yang hidup di dalam keluarga yang ‘sehat’.

Kehidupan masa kecilnya dipenuhi dengan amarah kedua orangtua yang selalu beradu argumen.

Hal ini tentu berpengaruh pada Dina kecil yang selalu menyaksikan pertikaian orangtuanya tersebut.

Kehidupan Dina yang sangat dramatis seoleh menyadarkan penonton bahwa kejadian-kejadian trauma dalam hidup, bisa berimbas di kemudian hari.

Tak semua orang bisa mengatasi hal tersebut, apalagi jika tak mendapat bimbingan secara baik.

Oleh karenanya, ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi para orangtua untuk tidak memberi trauma masa kecil bagi anak-anak mereka.

4. Dampak negatif pinjaman online jika tak dimanfaatkan dengan bijak

Screenshot 2023 09 17 202920
Pinjol bisa berakhir negatif apabila tidak digunakan dengan bijak (Youtube.com/IDN Picture)

Latar belakang dari film Sleep Call adalah dampak dari adanya pinjaman online.

Dina merupakan pegawai kantor pinjaman online, namun dia sendiri memiliki sejumlah utang yang melilitnya.

Isu yang satu ini cukup relate di berbagai kalangan, mengingat fitur ini mempermudah siapapun yang butuh pinjaman uang dengan cepat.

Namun terkadang orang lupa bahwa dunia pinjol miliki sisi gelap yang bisa berdampak buruk bagi hidupnya sendiri.

Ada akibat fatal yang menghantui apabila seseorang terlilit utang.

Kejadian tersebut pun tertuang dalam salah satu kisah di dalam film Sleep Call.

Maka dari itu gunakan pinjaman online dengan bijak dan selalu pertimbangkan dengan matang sebelum melakukan pinjaman tersebut.

Jangan sampai melakukan peminjaman dengan nominal yang besar hingga tak mampu untuk membayarnya.

Karena, perusahaan pinjaman online sendiri memiliki taktik untuk mengancam para debiturnya dan tak jarang membuat mereka stres.

5. Semua pekerjaan memiliki risiko masing-masing

Sebagai salah satu karyawan di perusahan pinjaman online, pekerjaan Dina hanya berputar pada masalah yang sama.

Permasalahan tersebut adalah meminjam dan menagih uang yang membuat Dina seakan selalu stres hari demi hari.

Pekerjaannya itu tak hanya membawa petaka untuk dirinya, tetapi juga orang lain.

Tak semua pihak debitur yang meminjak uang ke perusahaan tersebut bisa membayar.

Ancaman demi ancaman menghantui para debitur hingga tak jarang mereka mengakhiri hidup karena merasa tak memiliki jalan keluar untuk menyelesaikan utang tersebut.

Dina sebagai sosok penagih utang pun sempat dilanda rasa bersalah.

Hal ini pun memberi pelajaran positif untuk para penonton film Sleep Call perihal risiko pekerjaan yang mereka lakukan.

6. Beri dukungan kepada orang terdekat, terlebih ketika mereka dilanda suatu masalah

Selain kisah percintaan, dalam film Sleep Call juga menghadirkan kisah persahabatan antara Dina dan Bella.

Mereka sahabat satu kantor dengan kondisi kehidupan yang berbeda.

Dina sendiri masih bertatus lajang, sementara Bella adalah perempuan yang sudah berumah tangga dengan satu anak.

Dari latar belakang tersebut bisa terlihat bahwa kehidupan Bella hanya bisa terfokus pada keluarga kecilnya.

Sementara itu, di tengah rasa kesepiannya Dina memerlukan bantuan sang sahabatnya tersebut.

Bella digambarkan sebagai sosok sahabat yang acuh tak acuh.

Karakternya itu membuat Dina merasa sahabatnya tak peduli dengannya hingga ia harus melakukan berbagai cara yang ternyata salah.

Belajar dari film tersebut, alangkah baiknya untuk memahami perasaan orang terdekat kita, terlebih mereka yang sedang dilanda suatu masalah.

Kesepian yang dirasakan seseorang bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan dan harus segera ditangani agar tak semakin membahayakan dirinya.

7. Pada akhirnya, manusia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri

Screenshot 2023 09 17 202621
Pada akhirnya, manusia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri (Youtube.com/IDN Picture)

Meskipun disebut manusia adalah makhluk sosial, tapi sejatinya manusia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri dalam perjalanan hidupnya.

Dari film Sleep Call, penonton akan mengetahui lebih jelas bahwa manusia tak bisa selalu bergantung pada orang lain.

Kesepian yang dilanda oleh Dina pun tak bisa diatasi dengan cara berinteraksi bersama Rama atau mengandalkan sahabatnya, Bella untuk selalu mendengar keluh kesahnya.

Seperti pada kutipan akhir film yang diceritakan soal kisah Rama dan Shinta.

“Jika Shinta tak bisa menemukan Rama, maka kamu bisa jadi Rama untuk dirimu sendiri. Karena dalam diri semua Sinta juga ada Rama.”

Demikian pesan positif yang bisa kamu ambil dari film Sleep Call garapan terbaru IDN Picture karya Fajar Nugros.

Semoga kamu bisa mengambil hikmah positif tersebut, ya!

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow