TANGSELIFE.COM- Menjadi petugas haji 2026 bukan sekadar menjalankan tugas administratif.
Di balik seragam dan mandat negara, ada amanah besar yang menyangkut martabat bangsa dan pelayanan ibadah jutaan jemaah. Pesan inilah yang mengemuka dalam pengukuhan 1.620 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Pengukuhan dilakukan oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mewakili Presiden Prabowo Subianto, dalam upacara penutupan pendidikan dan pelatihan PPIH Arab Saudi di Lapangan Galaxy Makodau 1, Halim, Jakarta Timur, Jumat 30 Januari 2026.
Dengan menyebut nama Allah, prosesi pengukuhan menjadi penanda dimulainya tanggung jawab besar para petugas sebagai wajah Indonesia di Tanah Suci.
Petugas Haji 2026 Menjadi Wakil Negara di Tanah Suci
Dalam sambutannya, Gus Irfan sapaan akrab Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan harapan agar seluruh petugas PPIH mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga nama baik Indonesia selama bertugas.
Ia menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan hanya bersifat administratif, melainkan juga penguatan moral dan spiritual bagi para petugas yang akan mengabdi di lingkungan yang sarat nilai ibadah.
“Saudara semua adalah wakil negara. Jaga nama baik Indonesia, jaga amanah yang dipercayakan, dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya dengan nada tegas namun menenangkan.
Pembekalan sebagai Ruang Bertumbuh
Gus Irfan juga mengajak seluruh peserta untuk memaknai rangkaian pendidikan dan pelatihan yang telah dijalani sebagai ruang pembelajaran, bukan sekadar tahapan formal sebelum keberangkatan.
Menurutnya, proses pembekalan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, mengasah kepekaan, sekaligus meneguhkan komitmen dalam melayani jemaah dengan hati.
Di tengah kompleksitas teknis penyelenggaraan haji, kualitas sikap dan integritas personal menjadi penopang utama keberhasilan tugas di lapangan.
Tak hanya menyoroti kesiapan teknis, Gus Irfan mengingatkan bahwa keberhasilan menjalankan amanah di Tanah Suci juga bertumpu pada kekuatan batin. Salah satu sumbernya adalah dukungan dan restu keluarga.
Ia meminta para petugas untuk tidak melupakan peran keluarga sebelum berangkat menjalankan tugas negara.
“Mintalah doa dan rida dari keluarga. Dengan itu, tugas yang berat akan terasa lebih ringan dan dijalani dengan ketenangan,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi penutup yang hening namun kuat—menggarisbawahi bahwa di balik setiap pengabdian besar, selalu ada doa-doa yang bekerja dalam diam.
Pengukuhan 1.620 PPIH 2026 menandai awal perjalanan panjang pengabdian di Tanah Suci. Bagi para petugas, ini bukan hanya tentang menjalankan peran fungsional, tetapi juga tentang menjaga nilai, etika, dan citra Indonesia di hadapan dunia.
Di antara jutaan langkah jemaah dan hiruk-pikuk ibadah, para petugas haji diharapkan hadir sebagai penjaga ketertiban, pelayan yang tulus, dan manusia-manusia yang bekerja dengan hati.


