TANGSELIFE.COM- Pemerintah memperkuat langkah pencegahan masuknya Virus Nipah ke Indonesia dengan meningkatkan pengawasan kesehatan di dua bandara internasional utama, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya kasus Virus Nipah di luar negeri, khususnya di India, yang diketahui memiliki tingkat kematian cukup tinggi.
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, mengatakan pengawasan terhadap pelaku perjalanan udara dari luar negeri dilakukan melalui sistem deklarasi kesehatan digital.
Setiap penumpang diwajibkan mengisi status kesehatan sebelum tiba di Indonesia.
Data tersebut digunakan untuk memantau kondisi tubuh penumpang serta riwayat perjalanan dalam 21 hari terakhir.
“Melalui sistem ini, kami bisa mengetahui profil kesehatan penumpang bahkan sebelum pesawat mendarat di Indonesia,” ujar Naning sebagaimana dilansir, Kamis (29/1/2026).
Selain itu, maskapai penerbangan juga diminta melakukan pemeriksaan kesehatan awal di negara keberangkatan.
Apabila penumpang menunjukkan gejala yang mengarah pada Virus Nipah, petugas akan menerapkan prosedur kesehatan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menyiagakan thermal scanner sebagai upaya deteksi dini terhadap penumpang yang memiliki suhu tubuh tinggi.
Langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan BBKK Kelas I Denpasar.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, terutama di area kedatangan penumpang.
Empat unit thermal scanner ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, meliputi:
- Dua unit di kedatangan internasional
- Satu unit di kedatangan domestik
- Satu unit di terminal VIP
“Seluruh personel bandara turut melakukan pemantauan secara ketat untuk memastikan prosedur berjalan optimal,” kata Gede Eka Sandi, Rabu malam (28/1/2026).
Alur Penanganan Penumpang Terindikasi Virus Nipah
Di Bandara Soekarno-Hatta, apabila ada penumpang terdeteksi yang menunjukkan gejala awal Virus Nipah, penanganan akan dilakukan oleh petugas BBKK.
Selanjutnya, penumpang tersebut akan dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara di Bandara Ngurah Rai, penumpang yang terindikasi akan dirujuk ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar, guna mendapatkan penanganan medis sesuai protokol kesehatan.
Pihak BBKK dan pengelola bandara mengimbau seluruh pelaku perjalanan untuk menjaga kesehatan selama bepergian.
Penumpang diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk mengonsumsi makanan yang higienis serta menjaga daya tahan tubuh.
Virus Nipah diketahui dapat menyerang sistem pernapasan dan otak.
Gejala awalnya meliputi demam, sakit kepala, kantuk, kebingungan, hingga kondisi berat seperti koma.


