TANGSELIFE.COM – Baru saja dilanda kekeringan beberapa bulan terakhir, imbas dari kemarau panjang. Kini daerah di Tangerang Raya harus siap-siap hadapi banjir.

Lantaran intesitas curah hujan yang deras dan sering ini, bisa menjadi ancaman banjir bagi wilayah di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Bahkan beberapa hari diguyur hujan deras saja beberapa hari terakhir, beberapa titik di wilayah Tangerang Raya saja sudah direndam banjir.

Seperti di Kabupaten Tangerang, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat terdapat beberapa titik banjir di Kabupaten Tangerang.

Kabupaten induk di Tangerang Raya ini, sempat juga dilanda banjir pada hujan deras Senin 27 November 2023.

“Ada sembilan wilayah Desa dan Kelurahan di Kabupaten Tangerang dilanda banjir dan angin kencang yang terjadi sejak Senin 27 November 2023 kemarin,” ujarnya.

Ujat menyebut ada ratusan rumah terendam air dan terdampak angin kencang. Bahkan ada rumah yang bagian atapnya roboh akibat tersapu angin kencang maupun tertimpa pohon tumbang.

Kota Tangerang pun demikian, Warga Kelurahan Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, mengadukan persoalan banjir yang telah menghantui mereka selama dua dekade terakhir kepada DPRD setempat.

Menanggapi itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Andri Permana turun langsung ke lapangan pada hari Kamis, 30 November 2023 untuk mengetahui secara mendalam dampak yang dirasakan oleh warga.

Lokasi rawan banjir ini terletak di RW 11 Kelurahan Nusa Jaya. Dalam peninjauannya, Andri mengungkapkan bahwa meskipun infrastruktur pengendalian banjir di wilayah tersebut telah diimplementasikan dengan baik.

“Pendekatan infrastrukturnya sudah dilaksanakan dan titik banjirnya berkurang, tapi perlu penanganan secara menyeluruh,” ujar Andri, Kamis 30 November 2023.

Kota Tangsel pun kini bersiaga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel telah siap mengantisipasi langkah-langkah preventif.

Ada tiga jenis potensi bencana yang telah diwaspadai yakni, banjir, tanah longsor dan pohon timbang. BPBD Kota Tangsel telah pasang rambu-rambu innformasi rawan bencana.

“Di 49 kelurahan yang rawan terjadi bencana,” kata Kepala Seksi Mitigasi BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha Sudjana.

Lanjut Esa, untuk mencegah terjadinya banjir telah dilaksanakan kerja baru bersama masyarakat membersihkan drainase serta daerah aliran sungai yang tersumbat sampah. BPBD Kota Tangsel juga sosialisasi, edukasi dan pelatihan penanganan bencana ke masyarakat.

Tim personel satuan tugas (satgas) yang berjumlah 20 orang setiap hari siaga. Satgas dibantu 16 komunitas sadar bencana serta anggota relawan dari 10 kelurahan tangguh.

Sopiyan
Editor