TANGSELIFE.COM- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah cepat menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di ibu kota.

Operasi ini akan berlangsung selama lima hari ke depan, dimulai hari ini Selasa 13 Januari 206 sebagai respons atas curah hujan tinggi yang memicu banjir di sejumlah wilayah Jakarta.

“BNPB baru mengadakan Operasi Modifikasi Cuaca hari ini sampai dengan lima hari ke depan,” kata Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji.

Banjir Jadi Alarm, Operasi Modifikasi Cuaca Diharapkan Tekan Risiko Hidrometeorologi

Isnawa menjelaskan, pelaksanaan OMC bertujuan untuk mengurangi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, yang kembali terjadi pada Senin (12/1). Saat itu, genangan air meluas di berbagai titik Jakarta, mengganggu aktivitas warga.

Operasi Modifikasi Cuaca kali ini dilakukan terlebih dahulu oleh BNPB. Selanjutnya, BPBD DKI Jakarta siap melanjutkan operasi, dengan tetap mengacu pada analisis dan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Selanjutnya BPBD DKI bisa melanjutkan, tentunya juga dengan hasil prediksi BMKG,” ujar Isnawa.

Kolaborasi lintas lembaga ini dinilai penting agar upaya pengendalian cuaca berjalan terukur dan efektif.

Operasi Modifikasi Cuaca menjadi salah satu ikhtiar pemerintah dalam menekan dampak cuaca ekstrem. Namun, upaya ini tetap membutuhkan peran aktif masyarakat, mulai dari menjaga kebersihan saluran air hingga mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.

Di tengah langit Jakarta yang belum sepenuhnya bersahabat, kewaspadaan menjadi kunci. Sebab, cuaca boleh dimodifikasi, tapi kesiapsiagaan tak boleh ditawar.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter