TANGSELIFE.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sedang mempertimbangkan untuk melakukan penertiban terhadap juru parkir minimarket.

Pasalnya, tidak jarang terdapat juga beberapa masyarakat yang mengeluhkan keresahannya terkait keberadaan juru parkir di minimarket.

Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat mengatakan, pihaknya akan berkonsultasi dengan Wali Kota terkait kebijakan yang diambil untuk menertibkan para juru parkir tersebut.

“Kalau masalah kebijakan ke arah sana atau tidak nanti saya akan diskusikan lebih lanjut dengan pimpinan,” kata Ayep, Senin, 13 Mei 2024.

Kendati demikian, Ayep mengungkapkan pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan kepada minimarket dan restoran yang ada di Tangsel untuk memasang tulisan bebas parkir.

Pemasangan tulisan bebas parkir diharapkan dapat meminimalisir adanya praktik pungutan parkir di minimarket dan restoran di Tangsel.

Namun jika pihak minimarket atau restoran di Tangsel mengeluarkan kebijakan adanya pungutan parkir, maka pihak terkait wajib membayar retribusi parkir ke Pemkot Tangsel.

“Yang lahan parkirnya milik pribadi bukan milik pemerintah atau PSU (Prasarana Sarana Utilitas, red) maka harus memasang bebas parkir, jika ada pungutan maka pihaknya wajib membayar pajak parkir,” terangnya.

Dishub Tangsel Tunggu Dasar Hukum Penertiban Juru Parkir

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Tangsel, Achmad Arofah menyebut, pihaknya memang memiliki rencana untuk melakukan penertiban terhadap juru parkir di wilayah Tangsel.

Namun pihaknya masih menunggu adanya payung hukum sebagai dasar penertiban juru parkir.

“Bahwa yang mengelola parkir di lahan minimarket harus dapat penunjukan dari pemilik lahan tersebut,” tuturnya.

Untuk saat ini, ia meminta kepada juru parkir untuk tidak membuat resah masyarakat yang ingin belanja dengan mematok harga dan meminta dengan cara memaksa.

“Tangsel mungkin akan lebih persuasif kepada jukir-jukir tersebut. kami selalu menekankan untuk tidak memaksa dan betul-betul menjaga keamanan kendaraan, juga tarif yang wajar,” pungkasnya.

Andre Pradana
Reporter