TANGSELIFE.COM – Komisi IV DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan sidak ke pabrik semen di Serpong yang mengalami kebocoran hingga membuat udara di wilayah lokasi tersebut diselimuti abu pekat beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi IV DPRD Tangsel, Julham Firdaus mengatakan, sidak dilakukan untuk mengetahui pasti penyebab peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil penelurusan di lokasi, lanjutnya, peristiwa kebocoran pabrik semen di Serpong itu diketahui disebabkan karena adanya kebocoran saluran tabung.
“Jadi itu bukan kebocoran pipa, itu kebocoran saluran tabung, yang mau ke tabung itu kan pas mendorong itu bocor,” kata Julham ketika dikonfirmasi, Rabu, 18 Februari 2026.
Julham menyebut, pada kesempatan itu DPRD juga memeriksa kelengkapan administrasi hingga sarana dan prasarana yang wajib dimiliki oleh pabrik.
“Kita memastikan semua berkas-berkas perizinannya dari UKL, UPL, Amdal, IPAL dan semuanya. Semuanya lengkap, kan mereka eksistingnya (sudah) dari 2005,”tuturnya.
Ia mengungkapkan, saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) masih melakukan penelitian terkait kejadian itu.
Oleh karena itu untuk saat ini operasional pabrik tersebut dihentikan sementara sampai hasilnya keluar.
Di samping itu, politisi Partai Demokrat tersebut minta Pemkot Tangsel melalui Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga sekitar yang kemungkinan terdampak.
“Segera mungkin Dinas Kesehatan langsung terjun ke lokasi untuk mengecek semua kesehatan warga disitu,” pungkasnya.


