TANGSELIFE.COM – Pemerintah Kota atau Pemkot Tangsel mengklaim inflasi masih terkendali menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Kabag Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Tangsel, Ucok Siagian mengatakan, beberapa waktu belakangan harga bahan pokok sempat mengalami deflasi cukup tajam.
Berdasarkan catatannya, Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat turun bertahap dari minus 1,88 persen hingga minus 3,51 persen dalam empat pekan.
“Komoditas yang menjadi andil deflasi adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras,” kata Ucok, Rabu, 18 Februari 2026.
Ucok menyebut, memasuki bulan Februari, tren harga mulai berbalik naik.
Pada pekan pertama Februari 2026, inflasi tercatat sebesar 1,27 persen yang didorong kenaikan harga cabai.
Selain itu beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, serta minyak goreng curah.
Ucok menerangkan, Pemkot Tangsel sendiri sudah menyiapkan sejumlah langkah mulai dari pemantauan harga dan stok barang hingga menggelar bazar Ramadan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga.
“Pemerintah melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok, menggelar bazar Ramadan di tujuh kecamatan, serta melaksanakan Gerakan Pangan Murah yang direncanakan mulai awal Maret 2026 bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Tangerang Selatan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pengawasan distribusi bahan pokok terus diperketat untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga.
Pemerintah juga akan melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional dan pasar modern menjelang Idul fitri nanti.
“Semua langkah ini kita lakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama ramadan hingga lebaran nanti,” pungkasnya.
