TANGSELIFE.COM – Kurang lebih sebanyak 70 orang diduga menjadi korban investasi bodong berkedok supplier makanan. Kejadian itu pun sudah dilaporkan ke Polres Tangsel.
Aktivitas dugaan investasi bodong itu dikabarkan telah berjalan sejak tahun 2018 silam.
Hingga saat ini tercatat ada puluhan orang yang menjadi korban dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp100 miliar.
Salah seorang korban, Renata (31) menjelaskan, dugaan aktivitas investasi bodong itu mulai terbongkar sejak tanggal 16 Februari 2025 lalu.
Saat itu, beberapa korban dikabarkan sempat menghubungi terduga pelaku, namun tidak mendapatkan respons.
“Di 16 Februari karena ada sebagian besar korban yang menghubungi terlapor tapi tidak ada respons, disitulah muncul kecurigaan,” kata Renata di Mapolres Tangsel, Rabu, 26 Februari 2025.
Karena tidak mendapatkan jawaban, para korban lantas mendatangi rumah terduga pelaku yang berada di perumahan elit di wilayah BSD.
Ternyata saat itu terdapat beberapa orang yang juga mengaku sebagai korban sudah ada di rumah terduga pelaku.
“Ternyata sebagian korban itu sudah datangin rumahnya dia dan sudah ribut-ribut disitu dari tanggal 14 Februari 2025,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang ia peroleh, beberapa korban diketahui telah melakukan investasi sejak tahun 2018.
“Bervariasi tergantung korban, kalau saya pribadi itu mulai dari akhir 2024, ada yang mulai dari 2018, jadi udah cukup lama,” tuturnya.
Renata pun berharap pihak Kepolisian dapat menindaklanjuti laporan tersebut hingga tuntas.
“Untuk sementara kita menunggu hasil dari penyidik seperti apa, kita sih berharap dapat atensi besar ya, karena kan korban disini cukup banyak, kerugiannya cukup banyak,” pungkasnya.