INFOTANGERANG.ID- Gelombang mudik Lebaran 2026 dipastikan kembali menjadi ujian besar bagi infrastruktur jalan nasional.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, memproyeksikan sekitar 3,6 juta kendaraan akan melintas di ruas tol menuju Trans Jawa dan Sumatra.

“Khusus jalan tol, memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi. Jadi proyeksinya yang melintasi tol menuju Trans Jawa dan Sumatera itu 3,6 juta,” ujarnya di Mabes Polri, Kamis 26 Februari 2026.

Lonjakan tersebut diprediksi terjadi pada periode arus mudik maupun arus balik, terutama di ruas-ruas tol utama yang selama ini menjadi titik krusial kepadatan.

Strategi Mudik Lebaran 2026, One Way hingga Contraflow

Mengantisipasi kemacetan akibat peningkatan volume kendaraan, Korlantas Polri telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas.

Skema yang akan diterapkan antara lain:

  • Contraflow (lawan arus terbatas)
  • Sistem satu arah (one way)
  • Alih arus kendaraan
  • Pengoperasian ruas tol fungsional

“Kita sudah siap skenario pengaturan lalu lintas, baik alih arus, penjagaan, nanti ada contraflow, one way, termasuk juga jalan-jalan tol yang difungsionalkan,” kata Agus.

Langkah ini bukan hal baru, namun dinilai efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan pada momen puncak mudik.

Fokus Pengawasan: Tol Trans Jawa hingga Jagorawi

Rekayasa lalu lintas difokuskan di sejumlah ruas strategis, seperti:

  • Tol Jakarta–Cikampek
  • Tol Semarang–Solo
  • Tol Cipali
  • Tol Jagorawi

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Pemerintah juga akan memberlakukan sistem ganjil-genap secara situasional untuk menjaga distribusi kendaraan tetap terkendali.

Sorotan pada Jalan Rusak dan Perbaikan H-7

Selain rekayasa lalu lintas, kesiapan infrastruktur menjadi perhatian serius. Agus mengaku telah melakukan pengecekan langsung di jalur Tol Trans Jawa dari KM 1 hingga KM 188.

Ia tak menampik masih terdapat sejumlah titik yang dalam tahap perbaikan, terutama akibat faktor cuaca.

“Kemarin saya dari kilometer 1 sampai 188, masih ada jalan yang dalam perbaikan. Jadi memang dengan kondisi cuaca kemarin sebagian jalan rusak, tetapi H-7 kemungkinan bisa selesai semuanya,” jelasnya.

Koordinasi lintas kementerian terus dilakukan untuk memastikan jalur tol maupun arteri benar-benar siap dilintasi jutaan pemudik.

Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas akan diterapkan secara situasional, melihat kondisi di lapangan.

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mengutamakan aspek keselamatan.

Pengaturan tersebut bukan semata untuk mengurai kemacetan, tetapi juga memastikan perjalanan mudik berlangsung lebih nyaman dan aman bagi seluruh masyarakat.

Mudik selalu tentang rindu yang ingin segera sampai. Namun di balik jutaan kendaraan yang bergerak serempak, ada strategi, koordinasi, dan kerja panjang yang harus disiapkan.

Lebaran 2026 mungkin masih beberapa waktu lagi. Tetapi dengan proyeksi 3,6 juta kendaraan di ruas tol utama, satu hal yang pasti: perjalanan harus direncanakan matang, dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
Nadia Lisa Rahman
Editor
Pudin
Reporter