TANGSELIFE.COM – Jatuhnya pesawat tempur TNI AU di Pasuruan, tentu menyisakan duka mendalam, lantaran prajurit terbaik gugur dalam kecelekaan pesawat tempur tersebut.

Dua pesawat latih tempur EMB 314 Super Tucano dengan Tail Number atau nomor ekor TT-3103 dan TT-3111 milik TNI AU jatuh saat terbang latih, di sekitaran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Salah satu Perwira Menengah (Pamen) TNI Angkatan udara yang gugur dalam insiden kecelakaan pesawat latih tempur Super Tucano milik TNI AU adalah Komandan Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abdulrahman Saleh Letkol Pnb Sandhra “Chevron Barracuda” Gunawan.

Pesawat Super Tucano dengan nomor ekor TT-3111 yang diterbangkan Letkol Pnb Sandhra Gunawan bersama Kolonel Adm Widiono mengalami insiden pada saat melakukan latihan formasi.

Satu pesawat lainnya yaitu pesawat Super Tucano dengan Tail Number atau nomor ekor TT-3103 yang dipiloti oleh Mayor Pnb Yuda A. Seta dan Kolonel Pnb Subhan (Backsitter).

“Kedua pesawat tersebut lost contact pada pukul 11.18 dan diperkirakan mengalami accident (kecelakaan),” kata Kadispenau Marsma TNI R. Agung Sasongkojati, Kamis, 16 November 2023.

Gugurnya Letkol Pnb Sandhra “Chevron Barracuda” Gunawan tentu menyisakan banyak duka bagi keluarga besar TNI,

Prajurit ini adalah salah satu Pamen TNI AU yang memiliki jam terbang yang sangat luar biasa di Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abdulrahman Saleh.

Chevron Barracuda, merupakan salah satu penerbang pesawat latih tempur TNI AU yang sudah memiliki jam terbang lebih dari 1000 jam terbang.

Pencapaian 1000 jam terbang dengan pesawat tempur EMB 314 Super Tucano diraihnya pada tahun 2019 lalu ketika dirinya masih menyandang pangkat Mayor di area terbang Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2004 itu juga memiliki karir pendidikan yang sangat cemerlang.

Dia tercatat sebagai salah satu Perwira lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Lembang, Bandung.

Tidak hanya itu, Letkol Pnb Sandhra “Chevron Barracuda” Gunawan tidak hanya pengalaman dalam menerbangkan Pesawat latih tempur EMB Super Tucano saja.

Dilansir dari VIVA Militer, ternyata almarhum Letkol Pnb Sandhra juga pernah menerbangkan beberapa pesawat.

Diantaranya adalah pesawat OV-10 F Bronco sampai dengan tahun 2007, setelah OV-10 mengakhiri purna tugas, beliau melanjutkan tugas dan mengawaki pesawat Cassa 212 dan pesawat Hercules C-130.

Pilot Super Ticano TNI AU  Lulusan Terbaik

TNI AU
Penerbang pesawat tempur TNI AU yang gugur merupakan lulusan terbaik.

Melansir situs TNI AU, Letkol Pnb Sandra Gunawan punya julukan Chevron Barracuda.

Chevron Barracuda merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2004.

Sandra Gunawan terbang pertama kali membawa pesawat OV-10F Bronco hingga 2007.

Ia sempat dialihtugaskan untuk menerbangkan pesawat CASA 212 di Skadron Utara 4, dan pesawat C-130 Hercules di Skadron Udara 32.

Lima tahun berselang, tepatnya pada 2012, Sandra bergabung ke Skuadron Udara 21 untuk menerbangkan pesawat serang darat buatan Embraer.

Jenis pesawat yang digunakan ialah pesawat EMB-314 Super Tucano yang diawaki hingga sekarang.

Pada 2018, ia menyandang gelar sebagai siswa terbaik di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-56 di Lembang, Bandung Barat.

Ia juga pernah menjabat Kepala Keselamatan Terbang dan Kerja (Kalambangja) Lanud Abdulrachman Saleh.

Sopiyan
Editor