TANGSELIFE.COM – Menuju pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) atau Pilkada Tangsel 2024, sejumlah partai telah melakukan penjaringan untuk mencari sosok terbaik yang akan diusung.

Namun dari sejumlah partai yang membuka penjaringan, hampir seluruhnya hanya pasangan petahana Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan yang mengembalikan formulir.

Dengan demikian, peluang Benyamin-Pilar di Pilkada Tangsel 2024 untuk mendapatkan dukungan partai-partai tersebut makin terbuka lebar.

Jika hal itu terjadi, maka tidak menutup kemungkinan Pilkada Tangsel 2024 hanya akan diikuti satu pasangan atau melawan kotak kosong.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan, salah satu partai yang memiliki peluang besar menantang incumbent di Tangsel adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saat ini, PKS tercatat sebagai partai dengan perolehan kursi terbanyak nomor dua di Kota Tangsel.

Berdasarkan hasil pemilihan legislatif (Pileg) 2024, PKS berhasil meraup 9 kursi, bertambah satu kursi dari Pileg 2019 yang hanya 8 kursi.

Ujang menyebut, dengan perolehan kursi sebanyak itu, seharusnya PKS berani mengusung kader terbaiknya untuk bertarung di gelanggang Pilkada Tangsel 2024 melawan incumbent.

“Ketika PKS kursinya besar yang mencapai 9 kursi dan hanya butuh 1 kursi kelihatannya PKS akan mengusung kadernya,” kata Ujang Komarudin kepada Tangselife.com, Jumat, 17 Mei 2024.

Terlebih, lanjut Ujang, dalam beberapa pertarungan politik, PKS selalu menunjukan diri bahwa mereka merupakan partai kader dengan mengusung anggota terbaiknya untuk bertarung di kontestasi politik.

Kendati demikian, Ujang menyebut, PKS tetap harus mengkalkulasi seberapa besar peluang partai tersebut untuk memenangkan pertarungan.

“Biasanya kalau PKS itu merasa kuat di suatu daerah serta ada kadernya yang unggul dan bagus, biasanya dia akan mengutamakan kadernya untuk maju,” ungkapnya.

“Harus dikalkulasi betul apakah memang punya kader mumpuni sehingga punya potensi untuk menang ya pasti akan didorong,” tambahnya.

Keuntungan PKS Usung Kader Sendiri

Ujang mengungkapkan PKS tentu akan mendapatkan banyak keuntungan jika berani mengusung kader terbaiknya di Pilkada Tangsel 2024.

Jika kader yang diusung menang tentu kepala daerah tersebut akan mengutamakan kepentingan politik dari PKS itu sendiri.

Namun sebaliknya, jika yang diusung bukan kader sendiri, tentu kepentingan PKS tidak akan menjadi prioritas kepala daerah terpilih.

“Kalau kadernya sendiri jelas berkhidmad kepentinganya untuk parpol, akan lebih mudah berkoodrinasi, kalau bukan kadernya sendiri tentu tidak bisa dipegang, tidak bisa dikendalikan dan tidak akan memprioritaskan PKS, pasti akan memprioritaskan dirinya atau partai lain yang mengusung,” tegasnya.

Peluang Habib Idrus di Pilkada Tangsel 2024

PKS sendiri saat ini sedang melakukan penjaringan internal untuk mencari kader terbaik yang akan diusung pada Pilkada Tangsel 2024 mendatang.

Meski masih berproses, namun beberapa nama  kader disebut telah bermunculan, diantaranya Anggota DPR RI terpilih Habib Idrus, Ketua DPD PKS Tangsel Dadang Darmawan dan Anggota DPRD Provinsi Banten Budi Prayogo.

Selain itu ada juga beberapa nama anggota DPRD Tangsel seperti Mustopa dan Paramitha Messayu.

Dari nama-nama tersebut, Habib Idrus dinilai menjadi sosok yang memiliki peluang besar untuk menantang Benyamin-Pilar.

Meski demikian, PKS dinilai harus melakukan perhitungan matang terutama dari segi elektabilitas sosok yang akan diusung.

“Harus dikalkulasi elektabilitas Habib Idrus di Pilkada, kalau elektabilitasnya tinggi silakan diusung.”

“Jadi saya melihat incumbent masih cukup kuat, jaringannya juga makin muat, apalagi kelihatannya juga incumbent akan memborong partai dan memiliki potensi menang, maka PKS harus berhitung secara matang,” pungkasnya.

Dien
Editor
Andre Pradana
Reporter