TANGSELIFE.COM – Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta atau UIN Jakarta, Muhammad Daffa, menjadi salah satu peserta Clash of Champions (CoC) Season 3.
Keikutsertaan ini bukan kali pertama Daffa mencoba ajang yang digelar Ruangguru tersebut.
Pada CoC Season 2, ia sebenarnya sudah mendapat undangan, tetapi belum berhasil lolos tes tulis dan wawancara. Kegagalan itu justru membuatnya belajar dan kembali mencoba hingga akhirnya bisa tampil di season 3.
“Menurut saya, orang yang hebat adalah ketika dia gagal tetapi bisa belajar dari kegagalan tersebut. Karena itu berarti dia semakin dekat menuju keberhasilan,” tutur Daffa, Sabtu (8/8), dikutip dari situs UIN Jakarta, Senin (10/8).
Tak Cuma Bertanding, Daffa Dapat Banyak Wawasan
Menurut Daffa, salah satu hal paling berkesan selama mengikuti Clash of Champions Season 3 adalah kesempatan bertemu dengan peserta dari berbagai kampus terbaik di Indonesia hingga luar negeri.
Ia mengaku mendapat banyak pengalaman dan wawasan baru dari pertemuan tersebut. Bahkan, interaksi dengan para peserta membuatnya memiliki mimpi dan sudut pandang baru.
“Itu yang paling berkesan, saat saya bisa kenalan dan ngobrol dengan orang-orang hebat itu. Saya jadi punya banyak insight baru, punya mimpi baru, dan mengetahui banyak hal baru,” ujarnya.
Keikutsertaan Daffa juga menunjukkan bahwa kesibukan sebagai mahasiswa kedokteran tidak selalu membatasi ruang untuk mencoba hal-hal baru di luar bidang akademiknya.
Matematika Jadi Tantangan bagi Daffa
Daffa mengatakan peserta tidak mengetahui jenis permainan yang akan dihadapi sebelum masuk ke arena. Panitia hanya memberikan kisi-kisi materi dan peserta bisa mempersiapkan diri dengan menonton CoC Season 1 dan Season 2.
Dari berbagai kemampuan yang diuji, matematika menjadi tantangan terbesar bagi Daffa. Sebagai mahasiswa FK, ia mengaku lebih terbiasa mengandalkan kemampuan memori dibandingkan mengolah angka.
“Yang paling sulit dan kurang dikuasai pasti math, karena saya anak FK dan lebih terbiasa dengan memori,” ujarnya.
Daffa masih mampu mengikuti soal-soal matematika pada ronde awal. Namun, ketika memasuki ronde yang lebih sulit, tantangannya semakin terasa, terutama pada bagian numerik dan perhitungan.
Sebaliknya, permainan yang berkaitan dengan memori menjadi salah satu bagian yang paling mudah baginya.
Setelah mengikuti CoC Season 3, Daffa ingin terus mencoba berbagai kompetisi, terutama yang berkaitan dengan bidang kedokteran.
Bagi Daffa, ada tiga hal yang perlu dimiliki seseorang ketika mengikuti kompetisi, yaitu kerja keras, pantang menyerah, dan tidak takut gagal.
“Sudah pasti kerja keras. Itu yang paling utama. Kedua, jangan pantang menyerah. Ketiga, kalau misalnya gagal, jangan takut gagal, gagal itu tidak apa-apa, belajar dari kegagalan itu,” tutupnya.
(Penulis: Najwa Rizkiana – Prodi Jurnalistik – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi)
