TANGSELIFE.COM- Gelombang penolakan sampah Tangsel ke TPSA Cilowong muncul dari warga Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten.

Warga menilai aktivitas tersebut membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Sejumlah warga mengeluhkan bau menyengat yang muncul sejak truk pengangkut sampah Tangsel mulai beroperasi. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan serta kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Warga Tegaskan Tidak Pernah Menyetujui Kerja Sama Pembuangan Sampah Tangsel

Salah satu warga Taktakan, Eneng, menyampaikan bahwa masyarakat setempat tidak pernah memberikan persetujuan atas kerja sama pembuangan sampah tersebut. Menurutnya, kehadiran sampah dari luar daerah membuat lingkungan menjadi tidak nyaman.

“Kami jelas menolak. Baunya sangat mengganggu dan bikin tidak nyaman,” ujar Eneng, Selasa.

Ia menambahkan, warga merasa dirugikan karena keputusan kerja sama dilakukan tanpa melibatkan masyarakat terdampak secara langsung.

Eneng mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota Serang yang dinilai tidak melakukan sosialisasi sebelum pengiriman sampah dimulai.

“Masyarakat mana yang menyetujui? Tiba-tiba sudah berjalan saja. Kami sama sekali tidak diajak bicara,” tegasnya.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga karena tidak adanya ruang dialog sebelum kebijakan dijalankan.

Dokumen Amdal dan Pengelolaan Lindi Dipertanyakan

Penolakan juga disuarakan warga lainnya, Tabrani, yang mempertanyakan keberadaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam kerja sama tersebut.

Menurutnya, setiap perjanjian kerja sama pengelolaan sampah seharusnya melalui kajian lingkungan yang terbuka dan dapat diakses masyarakat.

“Kalau ada PKS, pasti ada Amdal. Dampaknya harus dikaji dulu. Ini Amdalnya mana? Kami juga ingin tahu air lindinya akan dikelola seperti apa,” kata Tabrani.

Ia menegaskan wilayah Taktakan dikenal sebagai kawasan hijau dan paru-paru Kota Serang yang seharusnya dilindungi dari potensi kerusakan lingkungan.

Warga pun memberikan peringatan kepada Pemerintah Kota Serang. Jika aspirasi mereka tidak direspons dan pengiriman sampah Tangsel terus berlanjut, warga memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kalau kerja sama ini tetap dilanjutkan, kami pasti turun aksi lagi,” tegas Tabrani.

DLH Kota Serang Setop Sementara Kiriman Sampah Tangsel

Menanggapi keresahan warga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, menyatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman sampah Tangsel mulai Selasa sore.

“Untuk sementara sore ini kami hentikan dulu. Surat penghentian sudah kami kirim ke DLH Tangsel. Aspirasi warga akan kami evaluasi dan kami laporkan kepada Wali Kota Serang untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujar Farach.

Dapatkan Berita Terbaru lainya dengan Mengikuti Google News Tangselife
sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Tangselife
Follow
Nadia Lisa Rahman
Editor
Nadia Lisa Rahman
Reporter